Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
29 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan acara Pelatihan Petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) Kegiatan Penyediaan Air Baku Dan Penyediaan Jaringan Irigasi Holtikultura Daerah Irigasi (D.I.) Sukodono di Gresik, Jawa Timur, Senin-Selasa (29-30/03/2021). Acara pelatihan yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang Gresik tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pengertian OP dalam jaringan irigasi pipa secara umum, meliputi kegiatan Operasi, yaitu prosedur dalam mengatur dan mengukur besarnya debit dengan cara membuka dan menutup gate valve/kran untuk mendapatkan besaran debit yang dibutuhkan. Hakikat irigasi teknis adalah besarnya kecepatan aliran dapat diatur dengan bukaan pintu/gate valve/ kran, sedangkan besarnya debit dapat diukur dengan flow meter atau alat yang setara dan sejenis. Sedangkan kegiatan Pemeliharaan yakni usaha dan kegiatan merawat jaringan dan aksesoris pipa dan bak penampung secara rutin dan berkala agar jaringan dapat berfungsi secara optimal dalam jangka waktu yang relatif lama. BBWSBS telah melaksanakan pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) untuk mendukung Penyediaan Air Baku (PAB) dan Pengembangan Jaringan Irigasi Holtikultura di Kabupaten Gresik yang meliputi Pembangunan Lumbung Air Baku Sukodono, Pembangunan Jaringan Air Baku Sukodono, dan Pembangunan Jaringan Irigasi D.I. Sukodono. Kepala Bidang PJPA Bengawan Solo, Heriantono Waluyadi, S.T., M.T., dalam hal ini mewakili Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan bahwa pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) sangatlah penting untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kemampuan dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan OP infrastruktur air baku dan penyediaan jaringan irigasi holtikultura di Sukodono. “Dalam upaya menjaga keberlangsungan pelayanan air baku dan air irigasi agar dapat berjalan secara efektif juga efisien, serta menjaga sekaligus mengamankan infrastruktur yang telah terbangun agar dapat selalu berfungsi dengan baik, maka perlu adanya kegiatan OP. Oleh karena itu, pelatihan petugas OP ini sangat diperlukan, dan kami sangat mengapresiasi positif kegiatan ini, juga terimakasih atas dukungan dari rekan-rekan sekalian,” sambungnya. Kepala SNVT Air Tanah dan Air Baku (ATAB) Bengawan Solo yaitu Nely Mulyaningsih, S.P., M.P.S.D.A., menambahkan bahwa lumbung air Sukodono ini merupakan kolaborasi antara Pemda Gresik melalui Dinas PU dan Tata Ruang Gresik dengan BBWSBS. Dan manfaatnya bukan hanya untuk irigasi, namun juga pemenuhan air baku, yang dialirkan dari lumbung air Sukodono lewat jaringan perpipaan ke sembilan desa melalui hidran umum (HU). “Pada tahun 2021 ini adalah persiapan OP untuk jaringan air baku, dan harapan kami untuk petugas OP yang dilatih mendapat pengetahuan terkait infrastruktur yang akan dikelola. Selain itu, mengetahui cara pengoperasian komponen-komponen pada infrastruktur yang ada. Semoga dengan pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas SDM yang ada,” pesannya. Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Gresik, Ir. Gunawan Setijadi, M.M., juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur di bidang SDA ini berdasarkan komitmen dari Pemerintah Daerah (Pemda) Gresik, yang telah mengusulkan, dan disambut serta didukung oleh Provinsi Jawa Timur. “Melalui lumbung air Sukodono ini dapat dipergunakaan warga, salah satunya di wilayah utara, yakni untuk kebutuhan irigasi holtikultura. Dan harapan kami, setelah infrastruktur ini sepenuhnya siap, nantinya akan diserahkan ke Pemda Gresik,” harapnya. (BBWSBS/Ferri)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
17 December 2025
<div>Musyawarah Cabang (Muscab) Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) Cabang Solo Tahun 2025 merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat cabang. Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 12 Desember 2025, dan dilaksanakan secara hybrid di Gedung Graha Tirta, Sukoharjo, serta melalui Video Conference Zoom Meeting.<br><br>Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari praktisi, akademisi, hingga instansi terkait. Partisipasi lintas sektor tersebut menjadi upaya bersama untuk memastikan proses musyawarah berjalan inklusif dan konstruktif.<br><br>Melalui forum ini, diharapkan organisasi mampu merumuskan langkah-langkah strategis yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi nyata di bidang sumber daya air.<br><br>Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Muscab HATHI Cabang Solo Tahun 2025 juga menandai pergantian kepemimpinan dari Maryadi Utama kepada Gatut Bayuadji sebagai wujud regenerasi dan kesinambungan organisasi dalam melanjutkan amanah serta program kerja ke depan.</div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
26 October 2025
<div>Tahukah #KoncoBengawan, bendungan tidak hanya berfungsi untuk menyimpan air, lho! Tapi juga menyalurkannya ke lahan pertanian dengan dua cara utama yang super penting bagi para petani.<br><br>Penasaran bagaimana caranya?<br>Yuk, simak penjelasannya pada gambar berikut!<br><br><a href="https://www.instagram.com/p/DQQROGBEpGI/?img_index=1">https://www.instagram.com/p/DQQROGBEpGI/?img_index=1</a></div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
25 October 2025
<div>Mimin mau mengajak <a href="https://www.instagram.com/explore/tags/koncobengawan/">#KoncoBengawan</a> untuk mengintip Bendungan Bendo yang terletak di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.<br><br>Bendungan Bendo merupakan salah satu infrastruktur pengelolaan sumber daya air yang dibangun oleh BBWSBS untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah sekitarnya. Salah satu tujuan utama pembangunan Bendungan Bendo adalah untuk menyediakan air baku sebesar 370 liter per detik. Ketersediaan air ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat, kegiatan industri, dan fasilitas umum di Ponorogo dan sekitarnya.<br><br>Selain penyediaan air baku, bendungan ini juga memberikan manfaat besar di bidang pertanian. Dengan adanya Bendungan Bendo, sistem irigasi dapat mengairi lahan pertanian seluas 7.800 hektare, air baku 370 liter/detik, dan reduksi banjir seluas 674 hektare sehingga produktivitas pertanian di wilayah tersebut dapat meningkat.<br><br>Melalui pengelolaan yang berkelanjutan, BBWSBS terus berupaya agar Bendungan Bendo dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, baik untuk kebutuhan air maupun mendukung ketahanan pangan.</div>
Baca Selengkapnya