Berita Balai


Berita Balai,

Groundsill - Kunci Stabilitas Aliran Air

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

30 October 2025

<div><a href="https://www.instagram.com/explore/tags/koncobengawan/">#KoncoBengawan</a>, udah pernah lihat bangunan melintang di sungai seperti undakan kecil dari beton atau batu?<br><br>Nah, itu namanya groundsill yang fungsinya penting banget untuk mencegah erosi dasar sungai dan menjaga agar alur sungai tetap stabil.<br><br>Yuk, <a href="https://www.instagram.com/explore/tags/koncobengawan/">#KoncoBengawan</a>, kenali lebih dalam tentang groundsill dan perannya dalam pengelolaan sungai yang berkelanjutan.<br><br>Simak pada slide postingan ini sampai habis ya.</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Mengenal Bendungan Cengklik Penopang Ketersediaan Air di Kawasan Boyolali

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

16 December 2025

<div><br>Bendungan Cengklik yang berada di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, merupakan salah satu bendungan yang dibangun pada masa kolonial Belanda pada tahun 1923–1931 sebagai upaya memperkuat penyediaan air di wilayah sekitar.<br>&nbsp;<br>Memanfaatkan aliran Sungai Pepe, Bendungan Cengklik memiliki kawasan genangan yang cukup luas dan menjadi sumber air penting bagi masyarakat. Perannya sangat besar dalam mendukung pertanian dan kebutuhan sehari-hari warga di sekitarnya.<br>&nbsp;<br>Salah satu manfaat utama Bendungan Cengklik adalah penyediaan air irigasi untuk lahan pertanian seluas 1.460 hektar. Ketersediaan air dari bendungan ini membantu menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Boyolali dan daerah sekitarnya.<br>&nbsp;<br>BBWSBS berkomitmen memastikan bendungan Cengklik tetap berfungsi optimal untuk mendukung kesejahteraan dan ketahanan air di Wilayah Sungai Bengawan Solo.<br>&nbsp;<br><strong>Manfaat Bendungan</strong></div><div>Manfaat untuk irigasi seluas 1,460 Ha<br><br></div><div><strong>Data Teknis</strong></div><div>Tipe Bendungan : Urugan Tanah Homogen dengan Material Inti Lempung Kelanauan</div><div>Luas Genangan : 3,311,352 m²</div><div>Volume Total : 12,782,030 m<strong>³<br></strong><br></div><div><br><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Bendung Tirtonadi, Ikon Unggulan Bidang SDA di Kota Solo

10 April 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) bersama Wali Kota (Walkot) Solo, Gibran Rakabuming Raka, serta rombongan dari Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengunjungi area Bendung Karet Tirtonadi (Bendung Tirtonadi), di Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/04/2021). Kegiatan kunjungan kerja (kunker) tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Bendung Tirtonadi terletak di area Kali Anyar yang kini menjadi wajah ruang publik baru di Kota Solo. Bendung Tirtonadi sendiri merupakan salah satu pekerjaan dari Proyek Penanganan Banjir Surakarta, yang bertujuan untuk mengurangi resiko genangan banjir di Kecamatan Pasar Kliwon dan Jebres seluas ± 230 ha, meningkatkan kapasitas tanggul sungai dari debit kala ulang 10 tahun (Q10) sebesar 1.550 m3/dt menjadi 50 tahun (Q50) sebesar 2.171 m3/dt. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menjelaskan disela kegiatan, bahwa Bendung Tirtonadi tersebut dibangun menggunakan teknologi gate panel, dengan keunggulan-keunggulan teknologi diantaranya waktu pengoperasian yang relatif singkat, mampu melindungi dari material sungai, hingga tahan terhadap perubahan suhu ekstrim. “Pada saat musim kemarau, pintu bendung akan ditutup, sehingga bisa menjadi long storage berdaya tampung air sekitar 1 juta M3. Dan pada musim hujan akan dibuka dengan kapasitas pengaliran air 1.048 M3/detik, atau lebih besar dari debit awal 390 M3/detik,” jelasnya. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, H. Muhamad Arwani Thomafi, juga menyampaikan bahwa kunker kali ini dalam rangka kunjungan masa reses, dengan meninjau kondisi lapangan di beberapa titik di Kota Solo yang sudah berjalan maupun perencanaan beberapa pembangunan infrastruktur, salah satunya Bendung Tirtonadi. “Kami melihat, selain untuk mempercantik kawasan kali anyar, ada fungsi lain dan pemanfaatan sumber daya air (SDA) yang didapatkan dari Bendung Tirtonadi ini, misalnya potensi pariwisata, pemenuhan air baku, serta pengendalian banjir, semoga kedepannya Bendung Tirtonadi juga dilengkapi dengan regulasi seperti Peraturan Daerah (Perda) tentang sampah, agar tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun masyarakat memiliki andil untuk ikut merawat fasilitas umum,” ujarnya. “Saya melihat kota-kota yang lain sudah mulai untuk mempercantik lokasi untuk menunjang pariwisata, sehingga Kota Solo tidak boleh tertinggal dan harus melampaui kota lainnya. Untuk itu, kami yakin dengan dukungan dari berbagai stakeholder terkait, proses akselerasi pembangunan dan pemulihan ekonomi di Kota Solo bisa lebih baik lagi,” terang Walkot Solo, Gibran Rakabuming Raka. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Revitalisasi Bendungan Rowo Jombor - Memberi Napas Baru untuk Infrastruktur Lama

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

20 March 2026

<div>Bendungan Rowo Jombor merupakan tampungan air buatan yang berlokasi di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Bendungan ini dibangun sebagai sarana penyediaan air untuk mendukung irigasi pertanian di wilayah Klaten dan sekitarnya.&nbsp;<br><br>Pada tahun 2025 telah dilakukan revitalisasi dan penataan kawasan Bendungan Rowo Jombor guna meningkatkan fungsi serta kenyamanan kawasan. Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan dan penataan infrastruktur di sekitar bendungan serta peningkatan fasilitas pendukung.<br><br>BBWSBS terus berupaya mendukung pengelolaan Bendungan Rowo Jombor agar dapat berfungsi secara optimal sebagai sumber air irigasi serta kawasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan revitalisasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Bendungan Rowo Jombor sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Klaten.<br><br>Data Teknis:<br>&nbsp;- Tipe Bendungan : Urugan Tanah Homogen<br>&nbsp;- Volume Tampungan Total : 5,3 juta m3<br>&nbsp;- Luas Genangan : 168,1 ha<br>&nbsp;- Panjang Puncak Bendungan : 5600 m<br>&nbsp;- Tinggi Bendungan : 4,9 m<br>&nbsp;- Manfaat : Irigasi dan pariwisata<br><br></div><div>Permasalahan utama Bendungan Rowo Jombor Adalah adanya sedimentasi, meluasnya eceng gondok di area genangan serta banyaknya karamba jaring apung (KJA). Permasalahan ini mengakibatkan kurang optimalnya fungsi bendungan akibat volume tampungan berkurang dan penurunan kualitas air.<br><br></div><div>Upaya penanganan Bendungan Rowo Jombor mulai dilaksanakan oleh BBWS Bengawan Solo pada tahun 2021 dan pada tahun 2025 dilaksanakan kegiatan Revitalisasi Rowo Jombor dengan tujuan untuk mengembalikan fungsi waduk. Kegiatan yang dilakukan pada tahun 2025 antara lain, pembersihan karamba, pembuatan dermaga, pekerjaan hidromekanikal, rehabilitasi rumah OP dan perbaikan pedestrian. &nbsp;<br><br></div>

Baca Selengkapnya