Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
29 March 2022
Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo menggelar acara Sidang Pleno I TKPSDA WS Bengawan Solo di Aston Hotel, di Madiun, Jawa Timur, Selasa (29/03/2022). Acara yang juga dilaksanakan secara teleconference tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo yang selanjutnya disebut TKPSDA WS Bengawan Solo merupakan wadah koordinasi yang dibentuk melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 303/KPTS/M/2019 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo. TKPSDA WS Bengawan Solo mempunyai tugas dan fungsi membantu Menteri PUPR dalam koordinasi pengelolaan sumber daya air, khususnya WS Bengawan Solo. Susunan keanggotaan TKPSDA WS Bengawan Solo periode 2019 – 2024 berjumlah 74 (tujuh puluh empat) anggota dengan komposisi 37 (tiga puluh tujuh) anggota dari unsur Pemerintah dan 37 (tiga puluh tujuh) anggota dari unsur Non Pemerintah. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa TKPSDA sebagai wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air diharapkan dapat memberikan pertimbangan/ rekomendasi dalam aspek konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air, baik pada saat perencanaan, pelaksanaan, maupun pemantauan dan pengawasan di lapangan. “Saat ini review Pola PSDA WS Bengawan Solo sedang dalam proses penetapan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan akan dilanjutkan dengan review Rencana PSDA juga di tahun yang sama. Kami berharap dokumen pola dan rencana PSDA ini dapat kita gunakan bersama di dalam pengelolaan SDA, khususnya di WS Bengawan Solo. Dengan adanya kerjasama dan sinergitas seluruh unsur, baik pemerintah maupun non pemerintah diharapkan pengelolaan sumber daya air dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, serta tidak menimbulkan konflik di dalam pemanfaatannya,” terangnya. Dalam Sidang Pleno I kali ini, Sekretariat TKPSDA WS Bengawan Solo membahas beberapa poin, diantaranya dukungan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang dan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Pembangunan Ekonomi Kawasan di Jawa Timur; Rencana Pengelolaan Bendungan Sangiran di Kabupaten Ngawi dan Telaga Pasir di Kabupaten Magetan; serta Review Susunan Anggota Pansus PSIH3 WS Bengawan Solo. Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) SDA BBWSBS, Ali Rahmat, S.T., M.T., juga menyampaikan bahwa terkait dukungan Pelaksanaan Perpres Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi dan Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang Pembangunan Ekonomi tersebut BBWSBS pada Tahun Anggaran 2022 telah melaksanakan program sesuai Perpres 79 diantaranya, pembersihan enceng gondok Bendungan Cengklik dan Bendungan Rowo Jombor, penataan Kali Pepe hilir pada Pintu Air Demangan Lama – Pintu Air Demangan Baru Kota Solo, penataan kawasan dalam rangka pengamanan Bendungan Cengklik, pembangunan intake dan pipa transmisi air baku Bendungan Pidekso di Wonogiri. Untuk pelaksanaan program sesuai Perpres 80, BBWSBS juga melaksanakan kegiatan diantaranya, pengendalian banjir Kali Lamong, peningkatan kapasitas sudetan floodway (Pelangwot – Sedayu Lawas) tahap II, penanganan banjir Kali Jeroan Madiun tahap II, serta pembangunan Bendung Gerak Karangnongko. Kepala Sekretariat TKPSDA WS Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST., M.Si., berharap bahwa TKPSDA dapat berfungsi pula sebagai wadah koordinasi pengelolaan SDA diharapkan dapat memberikan pertimbangan/rekomendasi dalam aspek konservasi dan pendayagunaannya, serta pengendalian daya rusak air, baik pada saat perencanaan, pelaksanaan, maupun pemantauan juga pengawasan di lapangan. “Dengan adanya kerjasama dan sinergitas seluruh unsur pemerintah maupun non pemerintah diharapkan pengelolaan SDA di WS Bengawan Solo ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, serta tidak menimbulkan konflik di dalam pemanfaatannya,” pungkasnya. (BBWSBS/Ferri)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
16 November 2025
<div>Sebagai garda terdepan dalam mendukung pengelolaan sumber daya air, Workshop Alat Berat BBWSBS berperan penting dalam memastikan kesiapsiagaan alat berat untuk berbagai kegiatan operasional.<br><br>Sebagai ujung tombak operasional di wilayah hulu, BBWSBS memiliki dua workshop alat berat, yaitu Workshop Sukoharjo dan Workshop Wonogiri.<br><br>Kedua workshop ini dilengkapi dengan berbagai jenis alat berat seperti excavator, bulldozer, dump truck, motor grader, hingga mobile pump yang siap mendukung kegiatan pemeliharaan sungai, normalisasi, serta penanganan darurat banjir di wilayah hulu Sungai Bengawan Solo. Melalui kesiapan sarana dan prasarana ini, BBWS Bengawan Solo berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya air bagi masyarakat.</div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
06 May 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melaksanakan kegiatan monitoring di Bendungan Pacal di Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (05/05/2021).. Kegiatan monitoring Bendungan Pacal tersebut terkait dengan kegiatan safari lapangan di wilayah Bojonegoro. Kunjungan kerja tersebut dipimpin oleh Kepala BBWSBS,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech Kepala Bidang Operasi (OP) dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA), Sri Wahyu Kusumastuti, ST. M.Si, Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA IV, Antonius Suryono, SH, MMT. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan paparan kegiatan serta motivasi kepada pekerja terhadap rehabilitasi di Bendungan Pacal. “Bendungan Pacal usianya sudah tua dan sudah dimanfaatkan sejak tahun 1933, sehingga sudah saatnya mendapatkan perhatian khusus. Masalah geologi menjadi hal yang perlu diperhartikan dalam pekerjaan rehabilitasi Bendungan Pacal. Semoga hasil pekerjaan memenuhi kualitas, kuantitas, dan sesuai dengan spesifikasinya. Namun, yang paling penting adalah fungsi infrastruktur yang ada dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sekitar,” paparnya. Dari kunjungan tersebut diketahui rincian kegiatan realisasi pekerjaan Bendungan Pacal sampai dengan 30 April 2021 mencapai 6,50%. Sedangkan rencana pekerjaan hingga 30 Mei 2021 memiliki target sebesar 13,285%. Sebagai informasi, Bendungan Pacal yang terletak di Kecamatan Temayang tersebut memiliki tipe urugan batu dengan membran beton di udik. Tinggi maksimal bendungan yakni 35 meter dan lebar puncak 7 meter. Bendungan Pacal menjadi sumber air bagi daerah irigasi (DI) Pacal dengan luasan baku sawah 16.688 Ha. (Fira/BBWSBS).
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
28 October 2025
<div>Upaya pengendalian banjir di Sungai Asem Gandok, merupakan langkah nyata BBWSBS dalam menjaga keseimbangan sumber daya air dan melindungi masyarakat Pacitan dari ancaman banjir dan erosi.<br><br>Melalui pembangunan infrastruktur pengendali banjir, kawasan rawan longsor dan tergerus aliran deras kini lebih aman dan dapat berfungsi dengan lebih optimal.<br><br>Kini, lahan pertanian di sepanjang aliran sungai kembali terlindungi dari ancaman banjir dan erosi. Petani dapat kembali mengolah sawahnya dengan lebih tenang tanpa khawatir kehilangan hasil panen akibat luapan air sungai.<br><br>Upaya ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional melalui pengelolaan air yang berkelanjutan.</div>
Baca Selengkapnya