Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
16 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan acara Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Penertiban Pelanggaran Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) di Wilayah Sungai Bengawan Solo yang dilaksanakan secara daring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid 19 di Kantor BBWSBS, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (16/03/2021). Dalam rakor tersebut dibahas beberapa permasalahan terkait akibat dan dampak pelanggaran SDA. Sebagai contoh, pengambilan air tanpa izin, baik secara langsung maupun dengan menggunakan pompa apabila secara terus-menerus tanpa terkendali, tentunya akan mengakibatkan kerusakan lingkungan juga infrastruktur SDA, seperti longsor (sliding) tebing sungai, sliding bantaran sungai, sliding tanggul, sliding revetment, dan lain sebagainya. Hadir sebagai narasumber diskusi, Subkoordinator Perizinan dan Pemantauan I Direktorat Bina OP, Andi Widyanto, S.T., MPSDA., yang menyampaikan bahwa air merupakan elemen yang sangat penting untuk kehidupan dan harus terjaga. “Kami berharap agar SDA senantiasa dimanfaatkan semestinya. Kelak anak cucu kita juga akan merasakan manfaatnya. Mari kita kelola dengan baik SDA yang ada, sehingga tetap lestari,” pesannya. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Kementerian PUPR , pasal 5 disebutkan bahwa salah satu tugas BBWS adalah menyelenggarakan fungsi pelaksanakaan pemantauan dan pengawasan penggunaan SDA dan penyidikan tindak pidana bidang SDA. Oleh karena itu, mulai tahun 2020 lalu, dibentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Pemantauan dan Pengawasan Pengelolaan SDA (PSDA). Kepala Bidang (Kabid) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T., M.Si., juga menyampaikan bahwa data indikasi pelanggaran PSDA di lingkungan wilayah sungai Bengawan Solo diperoleh dari Tim Satgas maupun unit-unit di BBWSBS, seperti Unit Irigasi, Unit Sungai, dan Unit Pengelola Bendungan, serta laporan atas pelanggaran lainnya di lapangan. “Indikasi pelanggaran pengelolaan SDA yang terjadi dan ditemukan, meliputi pemanfaatan air tanpa izin dari sungai dan mata air, baik dengan pompa maupun pengambilan langsung, penyalahgunaan dalam pemanfataan sempadan sungai dan irigasi, bantaran sungai, tanggul daerah genangan maupun sabuk hijau waduk. Lalu, penutupan saluran irigasi, pengrusakan tanggul, juga penambangan liar di sungai. Untuk itu, dalam penanganan pelanggaran pengelolaan SDA ini, diperlukan kerjasama yang solid antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” paparnya. Ambar Puspitosari, S.T., MDM., selaku Subkoordinator Pelaksana Tugas Perencanaan OP SDA Bengawan Solo, juga menggarisbawahi bahwa sesuai tugas dan fungsinya, BBWSBS telah menyampaikan surat teguran kepada para pelanggar, yang ditembuskan kepada Bupati, perangkat desa, dan pihak kepolisian setempat. Namun, surat teguran yang dilayangkan belum memberikan efek jera kepada pelanggar, sehingga diharapakan dapat terjalin koordinasi dan sinergitas antar stakeholders melalui rakor ini, agar dapat dilakukan upaya penertiban. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
24 March 2021
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., melakukan kunjungan kerja (kerja) di Kantor BBWSBS di Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (23/03/2021). Kunker dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tersebut dalam rangka memperkenalkan Kepala SNVT Air Tanah dan Air Baku (ATAB) Bengawan Solo yaitu Nely Mulyaningsih, S.P., MPSDA. Adanya SNVT ATAB, dikarenakan Integrated Water Resources Management adalah termasuk integrasi antara air tanah dan air permukaan. Jadi integrasi dalam hal ini bukan berarti semua, tetapi bagaimana cara menyinergikan dan mengintegrasikan ATAB bersama-sama dengan Kementerian ESDM. Dalam sambutannya, Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., mengatakan bahwa tuntutan bekerja di BBWSBS sangat tinggi, karena harus diiringi dengan niat dan tentunya kejujuran. “Ibu Nely, nantinya akan dibantu oleh rekan-rekan dari dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yakni Pendayagunaan Air Tanah (PAT) dan Penyediaan Air Baku (PAB). Sekaligus saya sampaikan, menjelang musim kemarau, akan ada banyak paket pekerjaan yang menanti, namun, diharapakan untuk tetap menomorsatukan keselamatan dan kesehatan, sehingga jangan melupakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” pesannya. Sebagai informasi, Kepala SNVT ATAB Bengawan Solo, Nely Mulyaningsih, S.P., MPSDA., pertama masuk di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Tahun 2010 lalu di Direktorat Irigasi dan Rawa. Kemudian di Tahun 2014, dipindahkan di Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III sebagai PPK ATAB dan selama dua tahun juga sempat menjabat sebagai PPK Irigasi dan Rawa (Irwa). “Saya senang sekali bisa bertemu dengan tim yang baru dan menjadi keluarga BBWS Bengawan Solo ini. Mohon kerjasamanya untuk rekan-rekan sekalian, saya siap untuk selalu berkoordinasi setiap waktu, baik secara langsung ataupun secara daring,” jelas Nely Mulyaningsih, S.P., MPSDA. (BBWSBS/Ferri)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
16 January 2026
<div>Peringatan Isra Mi‘raj menjadi pengingat akan peristiwa spiritual yang meneguhkan keimanan serta menanamkan nilai-nilai luhur sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.<br> <br>Semoga momentum ini membawa keberkahan dan menginspirasi kita untuk terus berbuat kebaikan dalam setiap peran dan pengabdian.<br><br></div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
22 October 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo (BBWSBS) menerima kunjungan kerja dari BBWS Serayu Opak di Kantor BBWS Bengawan Solo, di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (22/10/2021). Kunjungan kerja dalam rangka Koordinasi Kegiatan Hidrologi, SISDA, dan RBO-PB, bertujuan untuk mengembangkan cakrawala maupun menambah wawasan baru antar balai di bawah Direktorat Jenderal SDA sekaligus mempererat tali silaturahmi, yang tentunya dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kepala Bidang (Kabid) KPI Sumber Daya Air (SDA), Ali Rahmat, S.T., M.T., bersama Kabid Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T., M.Si., Kabid PJPA Bengawan Solo, Heriantono Waluyadi, S.T., M.T., dan Kabid PJSA, Naryo Widodo, S.T., M.T., yang dalam hal ini mewakili Kepala BBWS Bengawan Solo, menyambut hangat kedatangan rombongan tim, yang dipimpin oleh Kabid KPI SDA BBWS Serayu Opak, Zulyana Tandju, S.T., M.T. Dalam kegiatan tersebut Ali juga menyampaikan bahwa kami terus berusaha memaksimalkan dan mengembangkan program pelayanan publik seperti website resmi balai, Layanan Informasi dan Data SDA (LISDA), E-Rekomtek, One Stop Service (OSS), serta beberapa sistem informasi seperti Sistem Informasi Hidrologi dan Kualitas Air, Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku, Sistem Informasi Sumur Air Tanah untuk Kekeringan, Sistem Informasi Sungai, serta Sistem Informasi Bendungan. “Kami juga memiliki timeline setiap tahunnya yang diiringi dengan komitmen bersama tim, sebagai upaya mewujudkan rencana-rencana yang sudah disusun. Untuk itu, kita harus memotivasi tim agar dapat bekerja dengan ikhlas dan menyajikan data yang akurat, sebagai bentu pelayanan kepada publik,” sambung Ali. Secara umum tugas bidang KPI SDA yakni melaksanakan penyusunan keterpaduan pola, program dan rencana kegiatan pengelolaan SDA, analisis dan evaluasi kelayakan program dan kegiatan pengelolaan SDA, analisis dampak lingkungan, penyusunan perjanjian kinerja dan laporan kinerja Balai, koordinasi dan fasilitasi penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, fasilitasi pengadaan barang dan jasa, pelaksanaan koordinasi terkait pengadaan tanah, pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di bidang program dan perencanaan umum pengelolaan SDA, pengelolaan sistem hidrologi, sistem informasi dan data SDA, serta pelaksanaan koordinasi terkait pengadaan tanah. Kabid KPI SDA BBWS Serayu Opak, Zulyana Tandju, S.T., M.T., turut menyampaikan rasa terimakasih atas kesempatan yang diberikan untuk dapat berkunjung. “Dari pertemuan pada hari ini, tidak salah kami berkunjung ke BBWS Bengawan Solo. Karena dapat menjadi bahan pembelajaram bagi kami. Kedepannya, kami berharap sekaligus menunggu kunjungan balasan BBWS Bengawan Solo di Jogja, agar dapat bertukar informasi sekaligus mengembangkan kapasitas dan kinerja sumber daya manusia (SDM) yang ada. Melalui kunjungan ini pula, kami dapat belajar terkait hal apa saja yang selama ini sudah berjalan dan dilaksanakan di BBWS Bengawan Solo,” ujar Zulyana. (BBWSBS/Ferri)
Baca Selengkapnya