Berita Balai


Berita Balai,

Memahami Penyebab Banjir untuk Upaya Mitigasi Lebih Baik

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

11 December 2025

<div>Banjir merupakan fenomena alami yang kejadiannya tidak dapat di cegah, tetapi dampaknya dapat dieliminir agar kerugian yang diakibatkannya menjadi kecil.<br><br>Masalah banjir timbul akibat adanya interaksi antara faktor kondisi dan peristiwa alam serta faktor campur tangan manusia di daerah pengaliran sungai.<br><br>Melalui pengelolaan daerah aliran sungai, peningkatan infrastruktur pengendali banjir, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, kita bisa bersama-sama membentuk wilayah yang lebih tangguh terhadap bencana.<br><br>Karena upaya kecil hari ini akan membawa dampak besar bagi keselamatan di masa depan.<br><br><strong>Kondisi Alam<br></strong><br></div><ul><li>Pembendungan aliran di sungai akibat adanya penyempitan (bottle neck) alam dan pendangkalan palung sungai</li><li>Terdapatnya hambatan aliran yang disebabkan oleh kondisi geometri palung sungai, seperti misalnya meandering, pertemuan anak sungai dengan sungai induk yang tidak streamline, dan kemiringan sungai yang landai.</li></ul><div>&nbsp;<br><br></div><div><strong>*Sumber: Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Pemukiman, Modul 7 Pengelolaan Risiko Banjir, Pusbangkom, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.<br></strong><br></div><div><br><strong>Peristiwa Alam<br></strong><br></div><ul><li>Curah hujan yang tinggi</li><li>Pembendungan aliran anak sungai akibat elevasi muka air banjir pada sungai induk yang tinggi; atau terjadinya puncak banjir pada sungai induk dan anak sungainya pada saat yang bersamaan</li><li>Pembendungan aliran di muara sungai akibat air pasang di laut tempat bermuaranya sungai</li><li>&nbsp;Pembendungan aliran sungai akibat terjadinya tanah longsor yang menutupi alur sungai.&nbsp;</li></ul><div>&nbsp;<br><br></div><div><strong>*Sumber: Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Pemukiman, Modul 7 Pengelolaan Risiko Banjir, Pusbangkom, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.<br></strong><br></div><div><br><strong>Faktor Campur Tangan Manusia<br></strong><br></div><ul><li>Tumbuhnya kegiatan masyarakat dan pemukiman baru di daerah pengaliran sungai</li><li>Penyempitan palung sungai akibat adanya pemukiman di sepanjang sungai</li><li>]pendangkalan dasar sungai akibat terjadinya peningkatan sedimen</li><li>Peningkatan debit puncak banjir yang disebabkan adanya perubahan tata guna lahan di daerah pengaliran sungai</li><li>Kurangnya kesadaran masyarakat dengan memanfaatkan sungai sebagai tempat pembuangan sampah</li><li>Belum adanya pengaturan penggunaan lahan di dataran banjir&nbsp;</li><li>Terbatasnya kegiatan pengendalian banjir secara fisik serta pemeliharaan</li><li>Terbatasnya kegiatan pemeliharaan prasarana pengendali banjir yang telah ada</li></ul><div>&nbsp;<br><br></div><div><strong>*Sumber: Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Air dan Pemukiman, Modul 7 Pengelolaan Risiko Banjir, Pusbangkom, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.<br></strong><br></div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Upacara dalam Rangka Memperingati Hari Ibu ke-97

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

22 December 2025

<div>BBWSBS memperingati Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 yang diperingati setiap tanggal 22 Desember bersama Balai Teknik Sungai (BTS). Peringatan Hari Ibu tahun ini mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”.<br><br>Pada momen istimewa tersebut, upacara bendera dilaksanakan pada Senin (22/12/2025) di Kantor BBWSBS. Seluruh petugas upacara pada hari ini adalah perempuan sebagai wujud penghormatan atas peran, dedikasi, dan kontribusi perempuan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.<br><br>Melalui peringatan ini, BBWSBS dan BTS menegaskan komitmen untuk terus mendukung peran perempuan dalam pembangunan sumber daya air serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang inklusif, setara, dan berkeadilan.<br><br>Perempuan tidak hanya berperan sebagai pendukung, tetapi juga sebagai penggerak utama yang mampu berkontribusi nyata melalui kompetensi, profesionalisme, dan inovasi. Selamat Hari Ibu, terima kasih atas dedikasi, ketulusan, dan pengabdian yang terus menginspirasi. 🌸</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Disertasi Model Pola Operasi Waduk Berbasis Inflow yang Adaptif Terhadap Perubahan Iklim

14 December 2021

Penelitian dengan judul Model Pola Operasi Waduk Berbasis Inflow yang Adaptif Terhadap Perubahan Iklim Program Doktor Teknik Sumber Daya Air (TSDA) Fakultas Teknik (FT) Jurusan Teknik Pengairan, Universitas Brawijaya, telah mengantarkan, Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo, Heriantono Waluyadi, ST, MT meraih gelar Doktor, Selasa (14/12/2021). Heriantono Waluyadi berhasil mempertahankan disertasinya yang dilaksanakan secara daring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Adapun kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebagai promotor Prof. Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, MT., IPU., ASEAN Eng. Co-Promotor, Dr. Ir. Widandi Sutopo, M.Eng., Dr. Ir Rispiningtati, M.Eng. Penguji Internal, Prof. Dr. Ir. Lily Montarcih Limantara., M.Sc, Penguji Tamu, Dr. Ir Agus Rudyanto M.Tech. selaku Kepala BBWSBS, serta Penguji Eksternal, Prof. Ir. Djoko Legono, Ph.D. Disertasi tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa masalah, diantaranya beberapa tahun terakhir Muka Air Waduk tidak sesuai POW yang menghasilkan beberapa penelitian bahwa Musim Hujan dan Musim Kemarau di Indonesia dipengaruhi SST menuju ENSO (Samudera Pasifik) dan IOD (Samudera Hindira) hingga terdapat hubungan Curah Hujan dan SST setiap bulan. Selain itu dengan pengaruh inflow adaptif terhadap perubahan ilkim dan model optimasi pola operasi waduk dengan dinamika stokastik diharapkan dapat digunakan untuk upgrading kinerja POW Waduk. Tujuan Desertasi Model Pola Operasi Waduk Berbasis Inflow yang Adaptif Terhadap Perubahan Iklim yakni untuk diperolehnya hubungan antara perubahan iklim terhadap curah hujan dan inflow dalam memenuhi kebutuhan waduk, diperoleh model POW yang sesuai dengan probabilitas inflow yang dipengaruhi oleh perubahan iklim, dan diperoleh kinerja model POW yang optimal berbasis inflow yang adaptif terhadap POW Eksisting. Metode penelitian perhitungan curah hujan menggunakan Analisa Poligon Thiesen. Perhitungan korelasi terbaik dari curah hujan wilayah rata-rata bulanan dengan index suhu permukaan laut menggunakan Analisa Korelasi Linier Berganda dengan Metode Regresi Linier Berganda (stepwise procedure). Evaluasi Model menggunakan Uji Klasik dan Uji Validasi. Analisa Hujan menjadi Limpasan dengan Metode FJ.MOCK. Heriantono Waluyadi berharap agar Desertasi Model Pola Operasi Waduk Berbasis Inflow yang Adaptif Terhadap Perubahan Iklim tersebut dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu yang berhubungan dengan upaya Upgrading Bendungan dengan Optimasi Pola Operasi Waduk, memberikan pertimbangan lain untuk mereviu pola operasi waduk, dan memberikan peran penelitian teknik pengairan dalam rangka mewujudkan pembangunan di sector sumber daya air. Diharapkan juga kedepannya pejabat di lingkungan BBWSBS yang telah menempuh pendidikan tinggi hingga jenjang Doktoral dapat menjalankan tugas semaksimal mungkin, serta memberikan sumbangsih keilmuan untuk kemajuan bidang SDA baik dalam arti umum maupun spesifik. Hal tersebut tentunya bertujuan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan dan kegiatan di bidang SDA. (BBWSBS/Fira)

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

D.I. Pondok Dorong Swasembada Pangan di Jawa Timur

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

30 October 2025

<div>Sumber air irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Pondok berasal dari Bendungan Pondok yang terletak di Desa Gandong, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Aliran airnya didukung oleh tiga bendung utama, yakni Dero, Sambiroto, dan Plesungan, serta satu bendung suplesi, yaitu Bendung Padas, berperan penting dalam pengaturan dan penyaluran air ke lahan pertanian di wilayah sekitarnya.<br>&nbsp;<br>Melalui pengelolaan BBWSBS, sistem irigasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan air bagi pertanian. Infrastruktur irigasi yang andal&nbsp; turut mendukung peningkatan produktivitas lahan dan memperkuat langkah menuju swasembada pangan nasional.</div>

Baca Selengkapnya