Berita Balai,
26 October 2025
<div>BBWSBS melaksanakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di wilayah Jawa Tengah. Program ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kinerja jaringan irigasi, mendukung produktivitas pertanian, dan menumbuhkan semangat swakelola di tingkat masyarakat. <br><br>Pada pelaksanaan Tahap I dan II Tahun 2025, kegiatan P3-TGAI BBWSBS mencakup 251 lokasi yang tersebar di 6 kabupaten di Jawa Tengah. Melalui pendekatan padat karya dan pemberdayaan masyarakat, program ini tidak hanya meningkatkan infrastruktur irigasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. <br><br>Dengan jaringan irigasi yang lebih baik, <br>distribusi air pertanian menjadi lebih efisien, sehingga lahan sawah dapat berproduksi secara optimal. Langkah ini turut mendorong tercapainya tujuan besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, demi kesejahteraan petani dan kemajuan bangsa.</div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
06 January 2026
<div>Bendungan Jlantah merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang berada di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Bendungan ini dibangun sebagai tampungan air buatan yang berfungsi menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.<br><br></div><div>Keberadaan bendungan ini memberikan manfaat penting, terutama untuk mendukung irigasi pertanian, penyediaan air baku, serta membantu mengurangi potensi banjir. Dengan pengelolaan yang baik, bendungan menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan air dan kelestarian lingkungan.<br><br></div><div>Selain manfaatnya, Bendungan Jlantah juga memiliki peran strategis dalam konservasi sumber daya air. Tampungan air yang tersedia membantu menahan air saat musim hujan dan menyediakannya kembali saat musim kemarau.<br><br></div><div>BBWSBS terus berkomitmen mengelola dan memelihara Bendungan Jlantah agar dapat berfungsi optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung ketahanan air di Wilayah Sungai Bengawan Solo.</div><div><br></div><div><strong>Manfaat Bendungan</strong></div><div>Irigasi 1,494 Ha</div><div>Penyediaan Air Baku 0.15 liter/detik</div><div>Reduksi Bajir 70.36 m³/detik<br><br></div><div><strong>Data Teknis</strong></div><div>Tipe Bendungan : Urugan Tanah</div><div>Luas Genangan : 535,000 m²</div><div>Volume Total : 11,960,000 m³<br><br></div><div> </div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
20 June 2022
Pembangunan infrastruktur merupakan cerminan pembangunan suatu bangsa ke depannya yang dikerjakan oleh sumber daya manusia berkompeten dan sesuai bidangnya. Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) melaksanakan elantikan Pejabat Pengawas dan Pengukuhan Sub Koordinator (Subkor)/Ketua Tim secara serentak melalui teleconferece pada masing-masing unit kerja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang berlaku, Senin (20/06/2022). Direktur Jenderal (Dirjen) SDA, Ir. Jarot Widyoko, Sp-1, menyampaikan arahan dalam acara tersebut bahwa pelantikan pejabat adalah suatu hal biasa yang terus dilakukan dalam rangka penyegaran, kelengkapan, dan regenerasi pada suatu organisasi. “Kami berharap saudara-saudara yang telah dilantik dapat melaksanakan tugas dengan sebaikbaiknya sesuai dengan tanggung jawab yang dibebankan. Semoga Tuhan YME senantiasa bersama kita dan capaian kinerja pada tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya,” pesannya. Adapun pejabat di Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) yang dilantik, yakni Arie Budiharjo, S.Sos. sebagai Ketua Tim Kepegawaian, Pengelolaan Arsip, dan Layanan Utama, Haris Hadihanafi, S.I.P., M.S.P. sebagai Ketua Tim Keuangan, Fasilitasi Pengelolaan Barang Persediaan Bencana dan Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), Novia Ana Lestari, S.H.sebagai Ketua Tim Hukum dan Komunikasi Publik, Adiel Putra Wijaya, S.T., M.Eng. sebagai Subkoordinator Perencanaan Umum, Muhammad Witjaksono, S.T. sebagai Ketua Tim Penyusunan Program dan Anggaran, Hanif Triawan usuma, S.T.P. M.T. sebagai Subkoordinator Pengendalian Pelaksanaan Irigasi dan Rawa, Muhammad Arwan Fatchul Aziz, S.T., M.Eng. sebagai Subkoordinator Pengendalian Pelaksanaan Air Tanah dan Air Baku, Sugeng Wiratna, S.T., M.T. sebagai Subkoordinator Pengendalian Pelaksanaan Sungai dan Pantai, Khoirul Murod, S.T., M.T. sebagai Subkoordinator Pengendalian Pelaksanaan Bendungan dan Danau, Herawati Anna Purwaningsih, S.T., M.PSDA. sebagai Subkoordinator Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan, Santosa, S.ST., M.T. sebagai Subkoordinator Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan dan untuk Ambar Puspitosari, S.T., MDM. sebagai Subkoordinator Perencanaan Teknis I Subdirektorat Perencanaan Teknis Air Tanah dan Air Baku, Direktorat Air Tanah dan Air Baku. Diharapkan kedepannya pejabat yang mendapat amanah dapat menjalankan tugas semaksimal mungkin, bekerja dengan baik, ikhlas dan sesuai dengan prosedur yang ada di lapangan, serta melayani masyarakat baik dalam dalam arti umum maupun spesifik. Hal tersebut tentunya bertujuan untuk melakukan percepatan pelaksanaan pekerjaan dan kegiatan di lingkungan SDA yang tersebar Indonesia. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
04 June 2021
Bupati Kabupaten Blora, Arief Rohman, beserta Wakil Bupati Kabupaten Blora, Tri Yuli Setyowati berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (02/06/2021) Kunjungan kerja (kunker) kali ini bertujuan untuk berdiskusi mengenai proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) strategis di wilayah Blora, salah satunya pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangannya. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Bendung Gerak Karangnongko akan berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas. Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kab. Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. “Berdasarkan hasil pembahasan desain Bendungan Karangnongko dengan Balai Teknik Bendungan pada 20 Mei 2021, diputuskan untuk lokasi as bendung dipindahkan dari instream ke offstream. Hal ini dilakukan atas pertimbangan pemilihan as bendung gerak di offstream yakni pertama tidak membutuhkan saluran pengelak sungai, kedua efisiensi waktu pelaksanaan dan yang terakhir tidak membutuhkan jembatan penghubung antar desa,” katanya. Agus berharap setelah pembangunan Bendung Gerak Karangnongko selesai , nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Semoga setelah pembangunan ini setelah dapat berjalan lancar sesuai target,” katanya. Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastrutur SDA Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT mengatakan nantinya rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko akan diintegrasikan dengan Solo Valley Werken. Solo Valley Werken merupakan program pembangunan pengendalian banjir dan pembuatan jaringan irigasi peninggalan Pemerintah Hindia Belanda zaman dulu. “Manfaat desain Solo Valley Werken yang pertama dapat menjadi longstorage untuk pengendali banjir yang secara berulang terjadi, serta tampungan air untuk irigasi dan air baku di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan Gresik, kedua dapat diintegrasikan dengan sarana transportasi darat apabila dibangun jalan tol di sisi kiri dan kanan saluran, dan yang terakhir dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena menghubungkan Wilayah Pengembangan Strategis [WPS] Gerbang Kertasusila dengan kawasan perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah,” ujarnya. Bupati Kabupaten Blora, Arief Rohman mengatakan Pemerintah terus mendorong sinergitas percepatan pembangunan dibidang infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan. “Melalui sinergitas yang dibangun dari pihak-pihak yang berkepentingan dapat memberikan percepatan pembangunan,” katanya. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya