Berita Balai,
29 October 2025
<div>Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) adalah jaringan irigasi yang airnya berasal dari air tanah, mulai dari sumur dan instalasi pompa sampai dengan saluran irigasi air tanah termasuk bangunan di dalamnya.<br><br>JIAT bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal harapan. Harapan agar petani kecil tetap bisa panen. Dan harapan agar generasi muda melihat pertanian sebagai masa depan, bukan masa lalu.<br><br>Lebih dari itu, JIAT adalah langkah nyata menuju swasembada pangan. Dengan memastikan ketersediaan air sepanjang tahun, JIAT membantu meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.</div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
30 October 2025
<div>Sebagai wujud komitmen dalam menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian, Kepala BBWSBS, Gatut Bayuadji beserta jajaran melaksanakan kunjungan lapangan ke Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Babat pada Selasa (7/10/2025).<br><br>Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Babat berperan penting dalam mendukung sistem irigasi dan meningkatkan produktivitas pertanian.<br><br>Melalui pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, diharapkan keberadaan kedua bendung ini terus memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional.</div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
18 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengikuti rangkaian kegiatan kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur (Jatim) di wilayah Magetan, Jawa Timur, Kamis (18/03/2021). Kegiatan tersebut berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Gubernur Jatim, Dra. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., bersama Bupati Magetan, Dr. Drs. Suprawoto, SH, M.Si, dan Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., meninjau langsung wilayah yang diterjang banjir di Magetan pada beberapa waktu lalu. Rombongan mengunjungi Jembatan Bogem, Jembatan Ngunut, dan Desa Pojok. Dalam kegiatan peninjauan tersebut, Gubernur Jatim, Dra. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., meminta jajarannya untuk memprioritaskan perbaikan Jembatan Ngunut, di Kecamatan Kawedanan, yang menghubungkan wilayah Magetan dan Ponorogo tersebut. “Kami sudah koordinasi dengan Bupati Magetan dan pihak BBWSBS. Kita undang dulu pakar yang bisa melakukan proses assessment di titik tertentu untuk penguatan. Jadi ada beberapa item yang akan dilakukan. Dan langkah perbaikan yang pertama akan dilakukan yakni pemasangan bronjong dari Pemprov, Pemkab dan BBWSBS yang segera dipasang di pinggir aliran sungai,” terangnya. Sebagai informasi, banjir menerjang Magetan pada Selasa (16/3/2021). Ada tujuh desa di tiga kecamatan yang kebanjiran. Tiga kecamatan tersebut, yakni Kawedanan, Ngariboyo, dan Parang. Bupati Magetan, Dr. Drs. Suprawoto, SH, M.Si, juga menerangkan bahwa beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan karena tingginya intensitas hujan yang begitu deras akhir-akhir ini. Beberapa jembatan di daerah Kabupaten Magetan mengalami kerusakan yang cukup parah. Dan yang menjadi prioritas saat ini adalah memulihkan kembali jembatan yang roboh. “Kami sudah berkoordinasi tadi dengan Gubernur Jatim dan Bupati Magetan, semoga dengan sinergitas yang baik, permasalahan akibat banjir di Magetan dapat segera ditangani bersama-sama,” pesan Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
15 December 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan kegiatan Koordinasi e-PAKSI dan Sinkronisasi Data RP21 Daerah Irigasi Kewenangan Pusat Tahun 2021-2022 di Adhiwangsa Hotel and Convention Hall, Surakarta, Rabu (15/12/2021). Kegiatan yang turut dihadiri oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., Kasubdit Wilayah 3 SDA, Ir. Mohammad Kontra Nizam L. SP-1, Kepala Bidang O&P SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si, Kepala Satker OP, Surendro Andi Wibowo, ST, MPSDA, dan pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Maksud dan tujuan kegiatan e-PAKSI adalah untuk mengetahui kondisi asset jaringan irigasi dan kinerja system irigasi secara utuh dan untuk merekomendasi prioritas penanganan di setiap Daerah Irigasi, dan dengan dilaksanakannya kegiatan update PAI & IKSI (e-PAKSI) secara terintegrasi dalam suatu DI, efektifitas dan efisiensi pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan system irigasi dapat tercapai secara berkelanjutan, serta kedepannya akan lebih mudah. Sedangkan maksud dan tujuan kegiatan RP2I untuk penyusunan instrument yang berisi program 5 tahun pengelolaan irigasi sebagai tindak lanjut dari kebijakan dan strategi pembangunan daerah bidang pertanian dalam rangka pelaksanaan Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi (PPSI) terdapat 4 kabupaten yaitu Kabupaten Lamongan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Ngawi yang menjadi Kewenangan Pusat Memberikan sambutannya, Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech berharap agar kegiatan Koordinasi e-PAKSI dan Sinkronisasi Data RP21 Daerah Irigasi Kewenangan Pusat Tahun 2021-2022 dapat tersampaikan manfaatnya. Agus Rudyanto juga turut menjelaskan penyusunan PAI dan IKSI untuk mengetahui kondisi asset jaringan irigasi dan kinerja sistem irigasi secara utuh dan untuk merekomendasi prioritas penanganan di setiap Daerah Irigasi “Dengan dilaksanakannya kegiatan baseline atau update PAI & IKSI (e-PAKSI) secara terintegrasi dalam suatu DI, efektifitas dan efisiensi pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan sistem irigasi dapat tercapai secara berkelanjutan, serta kedepannya akan lebih mudah,” paparnya. Turut memberikan sambutan mewakili Direktur Bina OP SDA, Ir. Mohammad Kontra Nizam L. SP-1, mengucapkan terima kasih atas undangan yang telah diberikan sehingga dapat menghadiri kegiatan Koordinasi e-PAKSI dan Sinkronisasi Data RP21. Kasubdit Wilayah 3 SDA tersebut turut berharap agar kegiatan Koordinasi e-PAKSI dan Sinkronisasi Data RP21 dapat berjalan sesuai dengan target outputnya. Kegiatan berlanjut dengan pemaparan materi Monitoring Evaluasi Pelaksanaan O&P Irigasi oleh Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si. Dijelaskan dalam paparannya terkait gambaran umum Operasi Jaringan Irigasi yang merupakan upaya pengaturan air irigasi dan pembuangannya, menjaga agar pelayanan air dapat berjalan sesuai harapan. Kemudian Pemeliharaan Jaringan Operasi yang merupakan upaya menjaga dan mengamankan jaringan irigasi agar selalu berfungsi dengan baik guna memperlancar pelaksanaan operasi. Materi Hasil Rehabilitasi dan Peningkatan Kapasitas Jaringan Irigasi pada D.I. Kewenangan Pusat disampaikan oleh Hariyo Priyambodo, ST, MM dengan materi Data Daerah Irigasi Kewenangan Pusat dan Data Rehabilitasi dengan pemaparan peta daerah irigasi kewenangan pusat di Sungai Bengawan Solo dan Penuntasan Jaringan Irigasi Tahun 2021 dengan pemaparan sebaran lokasi paket pekerjaan irigasi dan rawa SNVT PJPA Bengawan Solo Tahun 2021. Kegiatan dilanjutkan dengan paparan materi Updating e-PAKSI tahun 2021/2022 di BBWS Bengawan Solo oleh Ratih Nilam Sari S.T., MPSDA yang turut memuat cara kerja PAI dalam e-PAKSI dan Penyampaian Penyusunan Data RP2I di wilayah Lamongan, Tuban, Ngawi, dan Madiun oleh Ambar Puspitosari S.T., MDM dengan pemaparan dasar hukum penyusunan RP21. RP2I merupakan instrument perencanaan yang di siapkan oleh Pemerintah Kabupaten yang sangat berperan dalam penyusunan instrument yang berisi program 5 tahun pengelolaan irigasi sebagai tindak lanjut dari kebijakan dan strategi pembangunan daerah bidang pertanian dalam rangka pelaksanaan Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi (PPSI) terdapat 4 kabupaten yaitu Kabupaten Lamongan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Ngawi yang menjadi Kewenangan Pusat. (BBWSBS/Fira)
Baca Selengkapnya