Berita Balai


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Kepala SNVT ATAB Sapa Kantor BBWSBS di Bojonegoro

24 March 2021

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., melakukan kunjungan kerja (kerja) di Kantor BBWSBS di Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (23/03/2021). Kunker dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tersebut dalam rangka memperkenalkan Kepala SNVT Air Tanah dan Air Baku (ATAB) Bengawan Solo yaitu Nely Mulyaningsih, S.P., MPSDA. Adanya SNVT ATAB, dikarenakan Integrated Water Resources Management adalah termasuk integrasi antara air tanah dan air permukaan. Jadi integrasi dalam hal ini bukan berarti semua, tetapi bagaimana cara menyinergikan dan mengintegrasikan ATAB bersama-sama dengan Kementerian ESDM. Dalam sambutannya, Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., mengatakan bahwa tuntutan bekerja di BBWSBS sangat tinggi, karena harus diiringi dengan niat dan tentunya kejujuran. “Ibu Nely, nantinya akan dibantu oleh rekan-rekan dari dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yakni Pendayagunaan Air Tanah (PAT) dan Penyediaan Air Baku (PAB). Sekaligus saya sampaikan, menjelang musim kemarau, akan ada banyak paket pekerjaan yang menanti, namun, diharapakan untuk tetap menomorsatukan keselamatan dan kesehatan, sehingga jangan melupakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” pesannya. Sebagai informasi, Kepala SNVT ATAB Bengawan Solo, Nely Mulyaningsih, S.P., MPSDA., pertama masuk di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Tahun 2010 lalu di Direktorat Irigasi dan Rawa. Kemudian di Tahun 2014, dipindahkan di Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III sebagai PPK ATAB dan selama dua tahun juga sempat menjabat sebagai PPK Irigasi dan Rawa (Irwa). “Saya senang sekali bisa bertemu dengan tim yang baru dan menjadi keluarga BBWS Bengawan Solo ini. Mohon kerjasamanya untuk rekan-rekan sekalian, saya siap untuk selalu berkoordinasi setiap waktu, baik secara langsung ataupun secara daring,” jelas Nely Mulyaningsih, S.P., MPSDA. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Meneguhkan Swasembada Pangan dari Hulu - Pembangunan Bendungan Karangnongko Terus Melaju

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

28 October 2025

<div>Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui BBWSBS terus mendorong pembangunan Bendungan Karangnongko yang berlokasi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Bendungan Karangnongko menjadi salah satu proyek strategis yang dikelola oleh BBWSBS untuk mendukung ketahanan air, pangan dan energi di wilayah sekitarnya.<br><br>Pekerjaan Bendungan Karangnongko terbagi menjadi Paket Pekerjaan 1 dan 2. Setiap paket pekerjaan dirancang untuk memastikan pembangunan bendungan berjalan tepat waktu dan sesuai standar teknis, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal bagi masyarakat sekitar.<br><br>Mari bersama dukung pembangunan infrastruktur sumber daya air untuk kemajuan Bangsa Indonesia! 💪</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Koordinasi Penanganan Darurat Tebing Longsor Kali Gandong di Kabupaten Magetan

21 April 2021

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaeten Magetan, Kapolsek Magetan, Danramil Magetan, Camat Magetan dan Lurah Magetan melaksanakan Koordinasi Penanganan Darurat Tebing Longsor Kali Gandong di Ruang Rapat Kantor BBWS Bengawan Solo di Jiwan, Madiun, Jawa Timur, Rabu (21/04/2021). “Kami akan memfasilitasi segala kebutuhan dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan Penanganan Darurat Tebing Longsor Kali Gandong di Kabupaten Magetan dan apabila ada hal yang berhubungan dengan masyarakat kami akan berperan aktif untuk mengkomunikasikan dengan masyarakat setempat” Pesan Sekertaris Daerah Kabupaten Magetan Ir Hergunadi, MT. Kali Gondang merupakan sungai yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Gandong yang bagian hulunya merupakan Gunung Lawu dan hilirnya terletak di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Luas DAS Kali Gandong adalah 158.05 km2. Pada tanggal 21 Januari 2021 telah terjadi banjir di Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur yang menyebabkan longsoran Tebing Sungai Gandong. Berkaitan dengan kejadian banjir pada bulan Januari tahun 2021 lalu, dalam Koordinasi hari ini Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air BBWS Bengawan Solo Surendro Adi Wibowo ST, MPSDA menyampaikan tentang hasil survey yang dilakukan BBWS Bengawan Solo bahwa ditemukan 3 lokasi longsor yang memerlukan penanganan di sepanjang Kali Gandong di Kabupaten Magetan yakni di Jalan Thamrin, Belakang Masjid Agung Magetan dan di Makam Ki Mageti. Kepala BBWS Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengucapkan terimakasih atas Kerjasama dari Pemerintah Kabupaten Magetan, “Kami ucapkan terimakasih atas saran dan masukan perihal penanganan Darurat Tebing Longsor Kali Gandong ini, semoga segala upaya teknis dan non teknis dapat berjalan dengan lancar sehingga segala pekerjaan bisa selesai dengan baik” (bbwsbs/sita).

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Cerita Petani - D.I. Bengawan Jero Lumbung Pangan di Jawa Timur

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

31 October 2025

<div>Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Bengawan Jero di Desa Bapuhbandung, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur merupakan bagian dari komitmen BBWSBS dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi layanan air irigasi guna menjamin ketersediaan air irigasi secara berkelanjutan bagi lahan pertanian di kawasan hilir Bengawan Solo.<br><br>Melalui rehabilitasi dan peningkatan infrastruktur irigasi, petani di wilayah Gresik, Lamongan, dan sekitarnya dapat memperoleh pasokan air yang lebih andal, terutama saat musim tanam. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanam untuk pertanian dan mempercepat tercapainya program swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintah.<br><br>BBWSBS terus berupaya mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang terpadu dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga ketersediaan air untuk pertanian Indonesia yang mandiri.</div>

Baca Selengkapnya