Berita Balai,
28 October 2025
<div>BBWSBS terus berkomitmen mendukung upaya peningkatan ketahanan dan kemandirian pangan nasional melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan Sumur JIAT (Jaringan Irigasi Air Tanah) sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian di wilayah potensial.<br><br>Kegiatan pembangunan Sumur JIAT di Provinsi Jawa Tengah ini tersebar di tiga kabupaten, dengan total luas layanan mencapai 80 hektare dan panjang jaringan irigasi 2,15 kilometer. Program tersebut, diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air irigasi, terutama pada musim kemarau, sehingga produktivitas tanam untuk pertanian dapat terjaga secara berkelanjutan.<br><br>Melalui pembangunan ini, BBWSBS berperan aktif dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani serta menjaga stabilitas pasokan pangan. Inisiatif ini menjadi wujud nyata sinergi antara pengelolaan sumber daya air dan pembangunan sektor pertanian menuju kedaulatan pangan di Indonesia.</div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
28 October 2025
<div>BBWSBS terus berkomitmen mendukung upaya peningkatan ketahanan dan kemandirian pangan nasional melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan Sumur JIAT (Jaringan Irigasi Air Tanah) sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian di wilayah potensial.<br> <br>Kegiatan pembangunan Sumur JIAT di Provinsi Jawa Tengah ini tersebar di empat kabupaten, dengan total luas layanan mencapai 60 hektare dan panjang jaringan irigasi 2,8 kilometer. Program tersebut, diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air irigasi, terutama pada musim kemarau, sehingga produktivitas tanam untuk pertanian dapat terjaga secara berkelanjutan.<br> <br>Melalui pembangunan ini, BBWSBS berperan aktif dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani serta menjaga stabilitas pasokan pangan. Inisiatif ini menjadi wujud nyata sinergi antara pengelolaan sumber daya air dan pembangunan sektor pertanian menuju kedaulatan pangan di Indonesia.<br><br></div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
06 May 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Perkembangan Pengadaan Tanah Lahan Jabung Ring Dyke yang berada di Provinsi Jawa Timur yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia dengan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Kantor BBWSBS di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (06/05/2021). Rakor ini juga di hadiri oleh perwakilan dari Biro Administrasi Pembangunan Provinsi Jawa Timur, Kantor Wilayah Pertanahan Provinsi Jawa Timur dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tuban. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pembahasan terkait pengadaan lahan Jabung Ring Dyke yang sampai saat ini sedang pada tahap pengajuan dokumen perencanaan pengadaan tanah dan penentuan lokasi ke Gubernur Jawa Timur dalam rangka percepatan pembangunan Jabung Ring Dyke yang berada di Kecamatan Widang, Tuban, Jawa Timur dengan luas tampungan sebesar 1.400 Ha dengan panjang tanggul sekitar 24,4 Km. Rencananya Jabung Ring Dyke yang memiliki kapasitas tampungan air sebesar 30,5jt m3, nantinya turut dapat menyediakan pasokan air baku di wilayah hilir Sungai Bengawan Solo, Jawa Tengah. Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bengawan Solo, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM mengatakan Pengadaan tanah di wilayah tersebut harus segera dilakukan. Agar pembangunan fisik dapat dilaksanakan setelah pengadaan tanah selesai. “Diharapkan dengan adanya rakor ini mampu menyelesaikan masalah masalah yang terjadi saat pengadaan tanah lahan Jabung Ring Dyke,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
06 January 2026
<div>Bendungan Jlantah merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang berada di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Bendungan ini dibangun sebagai tampungan air buatan yang berfungsi menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.<br><br></div><div>Keberadaan bendungan ini memberikan manfaat penting, terutama untuk mendukung irigasi pertanian, penyediaan air baku, serta membantu mengurangi potensi banjir. Dengan pengelolaan yang baik, bendungan menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan air dan kelestarian lingkungan.<br><br></div><div>Selain manfaatnya, Bendungan Jlantah juga memiliki peran strategis dalam konservasi sumber daya air. Tampungan air yang tersedia membantu menahan air saat musim hujan dan menyediakannya kembali saat musim kemarau.<br><br></div><div>BBWSBS terus berkomitmen mengelola dan memelihara Bendungan Jlantah agar dapat berfungsi optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung ketahanan air di Wilayah Sungai Bengawan Solo.</div><div><br></div><div><strong>Manfaat Bendungan</strong></div><div>Irigasi 1,494 Ha</div><div>Penyediaan Air Baku 0.15 liter/detik</div><div>Reduksi Bajir 70.36 m³/detik<br><br></div><div><strong>Data Teknis</strong></div><div>Tipe Bendungan : Urugan Tanah</div><div>Luas Genangan : 535,000 m²</div><div>Volume Total : 11,960,000 m³<br><br></div><div> </div>
Baca Selengkapnya