Berita Balai


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dan Pakta Integritas P3TGAI T.A. 2021 di Madiun

12 April 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dan Pakta Integritas Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran (T.A.) 2021 di Madiun, Jawa Timur, Senin (12/04/2021). Kegiatan tersebut tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pemerintah pusat telah banyak membangun infrastruktur khususnya dalam rangka pengelolaan sumber daya air (SDA), baik melalui pembangunan bendungan dengan skala alokasi dana yang cukup besar hingga pada alokasi dana yang dapat dikatakan kecil, salah satunya adalah P3TGAI. Tahun ini merupakan tahun kesembilan pelaksanaan P3TGAI di BBWSBS. Total penerima P3TGAI pada T.A. 2021 di BBWSBS yakni 550 lokasi yang terbagi menjadi dua provinsi yaitu Jawa Tengah sebanyak 164 lokasi dan Jawa Timur dengan jumlah 386 lokasi. Kepala BBWSBS Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., turut menyampaikan bahwa pelaksanaan P3TGAI untuk wilayah Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA III Madiun dimulai April sampai dengan Agustus dengan total 271 yang terbagi menjadi 5 Kabupaten yaitu Kab. Madiun, Kab. Ngawi, Kab. Magetan Kab. Ponorogo dan Kab. Pacitan dengan nilai alokasi dana sebesar Rp195 juta per lokasi untuk masing-masing Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA)/ Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang diwujudkan dengan pekerjaan peningkatan jaringan irigasi yaitu pembuatan lining saluran irigasi, sehingga diharapkan akan sangat bermanfaat bagi petani dalam rangka meningkatkan produktivitas panen. “Pelaksanaan P3TGAI Tahun ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat desa penerima, yang beberapa diantaranya juga merupakan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dampak dari pandemi Covid-19. P3TGAI diharapkan menjadi program yang mampu menarik kebersamaan petani dalam memafaatkan air untuk irigasi melalui saluran yang telah dibangun serta menumbuhkan rasa memiliki dan memelihara. Saya juga berpesan agar selalu mematuhi protokol kesehatan tahapan kegiatan P3TGAI di masa pandemi ini,” imbuhnya. Dengan adanya program P3TGAI tersebut tentunya dapat mengembalikan kondisi serta fungsi saluran dan bangunan irigasi seperti semula secara parsial dan juga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi serta kondisi jaringan yang sudah ada dengan mempertimbangkan perubahan kondisi lingkungannya. Selain itu, untuk desa yang menerima P3TGAI diharapkan agar melaksanakan pekerjakan sesuai arahan yakni mengerjakan program tersebut secara tepat waktu, tertib administrasi, dan tertib anggaran. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Pembangunan Sumur JIAT Mewujudkan Kemandirian Pangan di Jawa Tengah

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

28 October 2025

<div>BBWSBS terus berkomitmen mendukung upaya peningkatan ketahanan dan kemandirian pangan nasional melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan Sumur JIAT (Jaringan Irigasi Air Tanah) sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian di wilayah potensial.<br><br>Kegiatan pembangunan Sumur JIAT di Provinsi Jawa Tengah ini tersebar di tiga kabupaten, dengan total luas layanan mencapai 80 hektare dan panjang jaringan irigasi 2,15 kilometer. Program tersebut, diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air irigasi, terutama pada musim kemarau, sehingga produktivitas tanam untuk pertanian dapat terjaga secara berkelanjutan.<br><br>Melalui pembangunan ini, BBWSBS berperan aktif dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani serta menjaga stabilitas pasokan pangan. Inisiatif ini menjadi wujud nyata sinergi antara pengelolaan sumber daya air dan pembangunan sektor pertanian menuju kedaulatan pangan di Indonesia.</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

BBWS Bengawan Solo Tanda Tangani 4 Kontrak DOISP Phase II

16 August 2021

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan penandatanganan empat kontrak yang didanai oleh World Bank melalui dana Dam Operational Improvement Safety Project (DOISP) Phase 2 di lingkungan satuan kerja (satker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Senin (16/8/2021) di Kantor BBWSBS di Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah. Acara penandatanganan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang disaksikan oleh jajaran Kepala Bidang (Kabid) dan Satuan Kerja (Satker) di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Paket pekerjaan yang akan dilaksanakan antara lain Remedial Bendungan Notopuro senilai Rp21.600.065.165 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender penyedia jasa Aura Sinar Baru – Inti Jawa Tehnik, KSO dan Supervisi Remedial Bendungan Notopuro senilai Rp985.300.000 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender dengan penyedia jasa PT. Suwanda Karya Mandiri yang ditandatangani oleh PPK O&P SDA III, Pranata Setyo Kuntoro, S.T. Kemudian, untuk paket Penyiapan Dokumen Lingkungan untuk Remedial Bendungan di Provinsi Jawa Tengah senilai Rp6.348.400.000 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender dengan penyedia jasa PT. Kwarsa Hexagon dan Penyiapan Dokumen Lingkungan untuk Remedial Bendungan di Provinsi Jawa Timur senilai Rp 8.668.000.000 dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender dengan penyedia jasa PT. Intimulya Multikencana KSO PT. Tuah Agung Anugrah. yang ditandatangani oleh PPK O&P SDA I, Ratih Nilam Sari, ST, MPSDA. Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Tata Usaha (TU) BBWSBS, Bambang, S.E., S.T., M.T., yang dalam hal ini mewakili Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., berpesan bahwa dalam paket pekerjaan yang akan dilaksanakan nantinya dapat berjalan tepat waktu. “Dalam pelaksanaan pekerjaan nantinya, kami berharap agar tetap menjaga sekaligus memperhatikan kualitas dan kuantitas sesuai dengan yang telah ditentukan dalam spesifikasinya. Semoga semua pekerjaan dapat berjalan lancar serta sesuai target,” ujarnya. Kepala Bidang (Kabid) OP SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T. M.Si., menyampaikan untuk semua penyedia jasa untuk selalu menjaga integritas dalam bekerja. “Untuk para penyedia jasa dapat memanfaatkan sisa waktu seefektif mungkin. Dan jika ada masalah-masalah di lapangan untuk bisa dikonsultasikan. Semoga semua pekerjaan berjalan lancar tanpa ada gangguan atau hambatan,” pungkasnya. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Capacity Building Petugas Pos Hidrologi BBWSBS Wilayah Hulu Tahun 2021

05 April 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan acara Pelatihan Petugas Pos Hidrologi BBWSBS wilayah Hulu di Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (05/04/2021). Acara pelatihan yang bertajuk Capacity Building Petugas Pos Hidrologi BBWSBS ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kompetensi Petugas Pos Hidrologi di wilayah sungai Bengawan Solo. Pelatihan yang diikuti oleh 36 peserta tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 melalui serangkaian Rapid Test Antigen dengan hasil keseluruhan negatif. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Petugas Pos Hidrologi adalah kepanjangan tangan BBWSBS dalam melaksanakan pencatatan dan pelaporan data hidrologi di lapangan serta di dalam pelaksanaan operasi dan pemeliharaan (OP) Pos Hidrologi. “Kepada Petugas Pos Hidrologi BBWSBS, melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang ada saat ini, sehingga nantinya dalam pencatatan dan pelaporan data hidrologi serta OP peralatan di lapangan, dapat lebih akurat sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dalam pengelolaan sumber daya air (SDA) khususnya di wilayah Sungai Bengawan Solo. Ali Rahmat, S.T., M.T. selaku Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI), turut memaparkan, bahwa kondisi dan kinerja alat telemetri untuk Pos Curah Hujan (PCH) menyampaikan kepada peserta bahwa kondisi dan kinerja alat telemetri Pos Curah Hujan (PCH) berjumlah total 63 pos, karena Pos Hujan Ngadipiro belum terdapat alat telemetri dan 62 PCH dengan kondisi baik/aktif serta satu PCH (Kedung Brubus) tidak aktif dikarenakan kondisi lapangan yang sulit mendapatkan sinyal. Sedangkan kondisi dan kinerja alat telemetri Pos Duga Air (PDA) jumlah totalnya 38 pos, dengan rincian 28 PDA kondisi baik/aktif, serta enam PDA yang rencananya akan direlokasi sesuai dengan hasil Studi Rasionalisasi Pos Hidrologi, dan empat PDA (Ngadipiro, Karangnongko, Sumberejo, dan Floodway) kondisinya rusak/tidak aktif yang rencana akan dilakukan perbaikan. “Untuk kinerja Petugas PDA, yang ditentukan berdasarkan kiriman data pembacaan manual oleh petugas melalui website atau sms gateway tercatat bahwa presentase kinerja Petugas PCH tahun 2020, yakni presentase kiriman datanya yang baik (>95%) sebesar 81% dan meningkat pada tahun 2021 yakni menjadi 88%, sedangkan kriteria baik kinerja petugas pos klimatologi pada tahun 2021 sebesar 83%, namun presentase kinerja petugas PDA dengan kiriman data yang baik pada tahun 2021 justru menurun menjadi 78% dari sebelumnya di tahun 2020 yakni 81%. Oleh karena itu, kami berharap melalui pelatihan ini nantinya Petugas Pos Hidrologi BBWSBS dapat melaksanakan tugas dalam pencatatan dan pelaporan yang tepat dan akurat,” pesannya. Turut disampaikan pula motivasi oleh Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), Akhmad Ramdon, S.Sos, M.A., yang bertujuan untuk membekali Petugas Pos Hidrologi BBWSBS dengan semangat yang lebih baik lagi kedepannya sekaligus kinerja yang dihasilkan juga meningkat. Selain itu, pelatihan petugas pos Hidrologi BBWSBS juga meliputi praktek Standard Operating Procedure (SOP) dan pemeliharaan alat serta pengisian blanko Quality Control (QC) untuk peralatan PCH dan Klimatologi dan peralatan PDA. Dalam acara tersebut juga diserahkan penghargaan bagi Petugas Hidrologi Terbaik 2021 dengan kategorisasi, yakni Petugas Pos Curah Hujan dan Klimatologi wilayah Hulu Terbaik 2021, diberikan kepada Petugas Pos Curah Hujan Klaten, Agus Santoso, dan kategori Petugas Pos Duga Air Terbaik wilayah Hulu, diraih oleh Petugas Pos Duga Air Ngadipiro, atas nama Kasimo. (BBWSBS/Ferri/Fira)

Baca Selengkapnya