Berita Balai,
07 August 2026
<div>Sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau, BBWSBS terus melaksanakan distribusi air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan. Pada Jumat, 7 Agustus 2026, penyaluran air bersih dilakukan di Desa Sumberjo Kidul, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, guna membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.<br><br>Distribusi air bersih dilakukan menggunakan 1 unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter dengan total air yang disalurkan mencapai 5.000 liter. Penyaluran ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat untuk keperluan sehari-hari selama musim kemarau.<br><br>BBWSBS terus berkomitmen mendukung penanganan dampak kemarau melalui penyediaan air bersih secara berkelanjutan. Sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terus diperkuat agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi sesuai kondisi di lapangan.<br><br></div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
03 November 2021
Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo menggelar acara Sidang Pleno IV TKPSDA WS Bengawan Solo di Kantor BBWSBS, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (03/11/2021). Acara yang dilaksanakan secara teleconference tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Maksud dan tujuan sidang pleno TKPSDA untuk membahas sekaligus sinkronisasi program dan kegiatan bertujuan agar TKPSDA WS melakukan pengecekan program dan kegiatan masing-masing instansi terhadap Pola dan Rencana Sinkronisasi Program dan Kegiatan dibahas di akhir tahun anggaran, untuk memonitor dan evaluasi dokumen Pola dan/atau dokumen Rencana, sesuai tahun berjalan. Salah satu materi dalam sidang pleno kali ini adalah pembahasan review pola pengelolaan sumber daya air. Kepala Bidang (Kabid) Keterpaduan Pembangunan Infrastuktur (KPI) SDA Bengawan Solo, Ali Rahmat, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pola SDA Bengawan Solo telah ditetapkan pada tahun 2010 oleh menteri PUPR. “Prinsip rancangan pola pada tahun 2020-2040 nanti, sekarang ini sudah terjadi perubahan dari Millennium Development Goals (MDGs) ke target Sustainable Development Goals (SDGs), fokus pembangunan nasional, perubahan lahan yang signifikan di WS Bengawan Solo, perubahan RTRW kabupaten/kota, pembangunan infrastruktur pengelolaan SDA baik yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota dan wilayah Sungai Bengawan Solo sendiri,” terangnya. Hasil sidang pleno berkaitan dengan pola tersebut antara lain, terkait dengan ketahan air, pada Tahun 2015, tingkat layanan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di kabupaten/kota yang masuk dalam WS Bengawan Solo, yang terdiri dari 21 kabupaten/kota, rata-rata baru 45,9% terpenuhi. Pada beberapa daerah, tingkat layanan air PDAM ada yang sudah mencapai lebih dari 70% seperti; Kota Surabaya (98,6%), Kota Madiun (98,1%) dan Kota Solo (80,9%) sedangkan wilayah yang lain masih di bawah 70%. Kemudian pada aspek ketahanan pangan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2021, produksi padi di WS Bengawan Solo pada tahun 2019 sebesar 7.486.754,29 ton dan pada tahun 2020 meningkat menjadi 7.638.027,91 ton. Sedangkan untuk ketahanan energi, pembangkit energi di WS bengawan Solo, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Gajah Mungkur dengan kapasitas 28,2 Mega Watt, Telogo Ngebel 2,25 Mega Watt. Beberapa PLTA sedang dalam proses pembangunan yang berlokasi di anak-anak Sungai Bengawan Solo diantaranya di Waduk Gongseng sebesar 0,73 Mega Watt, Waduk Gondang 0,5 Mega Watt, Waduk Pidekso 175 Kilo Watt dan Waduk Tukul 0,64 Mega Watt. Merujuk pada isu strategis nasional, kejadian banjir di WS Bengawan Solo pada tahun 2010 hingga 2020 tercatat sebanyak 629 kali dengan jumlah kejadian terbanyak di tahun 2011, yakni 101 kali, dan pada tahun 2020 tercatat sebanyak 49 kali. Untuk kejadian kekeringan pada periode tahun 2010-2020 diperoleh data sebanyak 132 kali. penambahan luas lahan tidak kritis yang pada tahun 2009 seluas 5.182 km2 (35%) menjadi 9.302 km2 (63 %) pada tahun 2020 atau meningkat sebesar 28%. Peningkatan luas juga terjadi pada lahan dengan kriteria sangat kritis dari semula 7,6 km 2 (0.1%) pada tahun 2009 menjadi 515 km 2 (3%). Sedangkan luas lahan yang menurun adalah lahan Agak Kritis (3403 km2/tahun 2020), potensial kritis (1106 km2/tahun 2020) dan kritis (469 km2/tahun 2020). Dari data monitoring kualitas air di beberapa lokasi pengamatan di Sungai Bengawan Solo dan Kali Madiun, menunjukkan bahwa kualitas air di daerah perkotaan seperti Kota Surakarta, Sukoharjo, Gresik, dan Kota Madiun sudah melampaui ambang batas (kualitas air kelas II). Dari hasil pengukuran sampel pada tahun 2020 didapatkan hampir disepanjang ruas Bengawan Solo memiliki kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) yang diatas baku mutu PP No. 82 Tahun 2001. “Kami berharap melalui sidang pleno ini, bahwa pola SDA Bengawan Solo di tahun 2010 memerlukan review dan perlu dilakukan penetapan pola yang lebih baik untuk jangka waktu tahun 2020 hingga 2040. Serta kami berharap adanya dukungan terkait skenario yang dipilih hingga 2040 nanti,” pungkas Ali. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
30 March 2022
Dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke-30 tahun 2022, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui balai-balai di seluruh Indonesia menyelenggarakan peringatan Hari Air Sedunia secara serentak. Dengan mengusung tema nasional “MANTAB : Melestarikan Air Tanah Agar Berkesinambungan” peringatan Hari Air Sedunia di tahun 2022 ini di peringati oleh BBWS Bengawan Solo dengan menggelar berbagai kegiatan secara hybrid yang dipusatkan di Lapangan Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, pada Rabu (30/3/2022) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya yang diwakili oleh Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo, SH, MH mengatakan, kegiatan peringatan HAD ke-30 tahun 2021 yang mengusung tema nasional “MANTAB: Melestarikan Air Tanah Agar Berkesinambungan" merupakan upaya bersama untuk meningkatkan perhatian publik dan masyarakat internasional akan pentingnya air tanah bagi kehidupan untuk selanjutnya bersama-sama melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. "Pelaksanaan aksi di daerah dan rangkaian kegiatan HAD ke-30 yang telah melibatkan masyarakat, profesional, perguruan tinggi, kementerian/lembaga, BUMN, swasta, dan Pemda ini, diharapkan dapat membentuk pemahaman dan kesadaran masyarakat bahwa mereka tidak hanya memiliki hak sebagai 8 pengguna air, tetapi juga turut andil dan bertanggung jawab serta wajib memberikan kontribusi dalam memelihara alam dan lingkungan yang menjadi sumber air," katanya. Diharapkan kedepannya peringatan ini tidak berhenti hanya dengan penanaman pohon, namun harus diikuti dengan langkah merawat, menumbuhkan, memelihara dan menjaganya. Dalam sambutan tersebut turut ditambahkan informasi, bahwa Indonesia terpilih menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 Tahun 2024 mendatang. WWF ke-10 akan diselenggarakan di Bali dengan mengangkat 9 tema “Water for Shared Prosperity” untuk menjawab tantangan dan potensi global yang diakibatkan oleh peningkatan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Sementara Staf Ahli Menteri PUPR (SAMPU) Bidang Hubungan Antar Lembaga dalam laporannya mengatakan, Kementerian PUPR menegaskan bahwa perubahan iklim berperan dalam pelestarian alam dan lingkungan guna menjaga keberlangsungan air di bumi nusantara. “Mengemban amanat yang penting yang ingin kami sampaikan sesuai dengan tema “MANTAB: Melestarikan Air Tanah Agar Berkesinambungan” , kami ingin menegaskan bahwa perubahan iklim berperan sangat signifikan sehingga diperlukan partisipasi langsung oleh masyarakat dalam pelestarian alam dan lingkungan guna menjaga keberlangsungan air di bumi nusantara,” paparnya. Dalam sambutannya, Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech menyampaikan jika kegiatan yang dilakukan dalam rangka peringatan Hari Air Dunia ke 30 dilaksanakan guna mendukung pelestarian lingkungan di Wilayah Sungai Bengawan Solo. Disampaikan pula berbagai kegiatan yang berlangsung dalam rangka memperingati Hari Air Dunia di lingkungan BBWS Bengawan Solo. “Peringatan puncak Hari Air Dunia yang ke 30 mengingatkan kita jika air merupakan sumber daripada sumber kehidupan. Berbagai kegiatan yang menggandeng berbagai lapisan masyarakat telah dilakukan BBWS Bengawan Solo. Disamping mengadakan penghijauan, BBWS Bengawan Solo juga menabur benih ikan untuk mendorong ketahanan pangan,” katanya. Dalam kegiatan puncak peringatan Hari Air Dunia ke 30, BBWS Bengawan Solo turut melakukan gerakan penanaman pohon guna mengkonservasi Sumber Daya Air. Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Satker OP SDA Bengawan Solo, Kepala Satker PJSA Bengawan Solo, Kepala Satker ATAB Bengawan Solo tersebut dilaksanakan di Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pada kesempatan tersebut dilakukan penanaman pohon yang dilakukan oleh perwakilan dari BBWS Bengawan Solo, Camat Jogorogo, Polsek Jatirogo, Kepala Desa Kletekan, Kepala Desa Dawung, Bumdes Sarilawu, Bumdes Dawung, Koramil Jogorogo. Hari Air Dunia atau World Water Day merupakan hari peringatan untuk menyadarkan masyarakat di dunia akan pentingnya sumber air yang berkelanjutan. Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret sejak disepakati pada sidang umum PBB ke-47 di Rio De Janeiro Brasil (22 Desember 1992). Peringatan Hari Air Sedunia ke XXIX telah dimulai sejak tahun 1993 dengan tujuan supaya masyarakat di dunia memberi dukungan dalam konservasi air. (BBWSBS/Fira).
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
23 December 2021
Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Jarot Widyoko Sp-1 beserta Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja, ST, MSc, DEA meninjau proyek pembangunan Bendungan Pidekso di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri pada Kamis, (23/12/2021). Dalam kunjungan tersebut, Dirjen SDA bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta sejumlah pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kunjungannya ke Bendungan Pidekso, dalam rangka mengecek kesiapan untuk peresmian Bendungan Pidekso yang direncanakan pada akhir Desember 2021. Ir. Jarot Widyoko Sp-1 mengatakan jika Bendungan Pidekso yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang SDA yang saat ini telah mencapai progres yakni 92.99% melebihi rencana 82.93% pada Desember 2021. Dirjen SDA berharap agar proyek pembangunan Bendungan Pidekso bisa selesai dengan tepat waktu. “Progres Bendungan Pidekso saat ini telah mencapai 92.99%. Diharapkan pembangunan Bendungan Pidekso bisa terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu pada akhir Desember 2021 dengan tetap berdasarkan manfaatnya sebagai pengendali banjir dengan memperhitungkan keamanan dan keselamatan di sekitar bendungan,” paparnya. Sementara itu, pembangunan Bendungan Pidekso diketahui sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi yang dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Selain irigasi, Bendungan Pidekso juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Bendungan Pidekso merupakan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 yang direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 ha. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan intensitas tanam dari 133 % ke 240% . Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., juga menjelaskan bahwa pekerjaan dalam pembangunan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 tersebut ditargetkan segera tuntas. Agus Rudyanto juga berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Bendungan Pidekso bisa dikerjakan sesuai dengan targetnya pada Desember 2021. “Semoga pelaksanaan paket pekerjaaan Bendungan Pidekso bisa terlaksana sesuai dengan target dan tepat waktu,” paparnya. (BBWSBS/Safira)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
04 August 2026
<div>Sebagai upaya mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih selama musim kemarau, BBWSBS melaksanakan distribusi air bersih di Desa Galuk, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Senin (3/8/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak berkurangnya ketersediaan air bersih.</div><div><br></div><div>Distribusi air bersih dilakukan menggunakan 2 unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter dan 4.000 liter dengan total air yang disalurkan mencapai 9.000 liter. Penyaluran ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat untuk keperluan sehari-hari.</div><div><br></div><div>BBWSBS terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait dalam mendukung penanganan dampak musim kemarau serta menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah terdampak.<br><br></div><div><br></div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
25 October 2025
<div>Sebagai upaya mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWSBS terus berkomitmen dalam melaksanakan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air (SDA). Salah satunya melalui pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 02 Tahap II pada jaringan utama yang dilaksankan oleh SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfataan air (PJPA) Bengawan Solo di wilayah Provinsi Jawa Tengah<br><br>Program tersebut menjadi langkah strategis dalam optimalisasi distribusi air irigasi, yang berperan penting dalam peningkatan produktivitas pertanian serta mendukung terwujudnya swasembada pangan di Indonesia.<br><br>Melalui pengelolaan jaringan utama yang andal dan efisien, kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat terpenuhi secara berkelanjutan. BBWSBS akan terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan sektor pertanian di Indonesia.</div>
Baca Selengkapnya