Berita Balai


Berita Balai,

Cerita Petani - Senyum Petani, Bukti Nyata Hadirnya P3-TGAI

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

30 October 2025

<div>Kementerian PU melalui BBWSBS melaksanakan kegiatan P3-TGAI di tahun 2025. Untuk wilayah PPK O&amp;P SDA 3, kegiatan ini tersebar di 5 titik yaitu Kabupaten Madiun sebanyak 5 titik, Kabupaten Magetan 26 titik, Kabupaten Ngawi 36 titik, Kabupaten Pacitan 23 titik dan Kabupaten Ponorogo 123 titik. Pelaksanaan P3-TGAI ini membawa dampak positif bagi masyarakat itu sendiri berupa penyerapan tenaga kerja sebanyak 66.361 HOK (Hari Orang Kerja) dan meningkatkan luas tanam.<br><br>P3-TGAI bukan hanya tentang infrastruktur irigasi, tetapi juga tentang menghadirkan senyum dan harapan baru bagi para petani sebagai penerima manfaat.</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Dorong Sinergitas Percepatan Pembangunan di Kabupaten Blora

04 June 2021

Bupati Kabupaten Blora, Arief Rohman, beserta Wakil Bupati Kabupaten Blora, Tri Yuli Setyowati berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (02/06/2021) Kunjungan kerja (kunker) kali ini bertujuan untuk berdiskusi mengenai proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) strategis di wilayah Blora, salah satunya pembangunan Bendung Gerak Karangnongko, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangannya. Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan Solo sebagai kesatuan dengan tiga bendung gerak yang sudah ada yaitu Bendung Gerak Babat, Bendung Gerak Bojonegoro dan Bendung Gerak Sembayat. Bendung Gerak Karangnongko akan berfungsi untuk pasokan air irigasi dan air baku di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo sebelah hilir yang cukup luas. Bendung Gerak Karangnongko bermanfaat untuk daerah irigasi Karangnongko kiri (Kabupaten Blora) seluas 1.747 Ha dan daerah irigasi Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) seluas 158.000 Ha. Selain itu, nantinya juga bermanfaat untuk air baku sebesar 1.155 liter/detik untuk 4 (empat) kabupaten yaitu Kab. Bojonegoro, Blora, Tuban, dan Ngawi. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. “Berdasarkan hasil pembahasan desain Bendungan Karangnongko dengan Balai Teknik Bendungan pada 20 Mei 2021, diputuskan untuk lokasi as bendung dipindahkan dari instream ke offstream. Hal ini dilakukan atas pertimbangan pemilihan as bendung gerak di offstream yakni pertama tidak membutuhkan saluran pengelak sungai, kedua efisiensi waktu pelaksanaan dan yang terakhir tidak membutuhkan jembatan penghubung antar desa,” katanya. Agus berharap setelah pembangunan Bendung Gerak Karangnongko selesai , nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Semoga setelah pembangunan ini setelah dapat berjalan lancar sesuai target,” katanya. Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastrutur SDA Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT mengatakan nantinya rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko akan diintegrasikan dengan Solo Valley Werken. Solo Valley Werken merupakan program pembangunan pengendalian banjir dan pembuatan jaringan irigasi peninggalan Pemerintah Hindia Belanda zaman dulu. “Manfaat desain Solo Valley Werken yang pertama dapat menjadi longstorage untuk pengendali banjir yang secara berulang terjadi, serta tampungan air untuk irigasi dan air baku di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan Gresik, kedua dapat diintegrasikan dengan sarana transportasi darat apabila dibangun jalan tol di sisi kiri dan kanan saluran, dan yang terakhir dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena menghubungkan Wilayah Pengembangan Strategis [WPS] Gerbang Kertasusila dengan kawasan perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah,” ujarnya. Bupati Kabupaten Blora, Arief Rohman mengatakan Pemerintah terus mendorong sinergitas percepatan pembangunan dibidang infrastruktur pengendali banjir Sungai Bengawan. “Melalui sinergitas yang dibangun dari pihak-pihak yang berkepentingan dapat memberikan percepatan pembangunan,” katanya. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Penanganan Banjir Sungai Grindulu - Banjir Terkendali, Produktivitas Meningkat

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

31 October 2025

<div>Sungai Grindulu berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ketersediaan air bagi masyarakat sekitar. Meski begitu, beberapa titik masih rawan banjir dan erosi sehingga diperlukan upaya penguatan untuk menjaga stabilitas wilayah.<br><br>BBWSBS melakukan berbagai pekerjaan pengendalian banjir dan perlindungan tebing pada lokasi prioritas guna mengurangi risiko kerusakan lahan, melindungi hunian warga, serta memastikan akses masyarakat tetap aman. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana.<br><br>Hasilnya mulai terlihat. Lahan yang sebelumnya rentan terendam kini kembali produktif, sehingga petani dapat beraktivitas dengan lebih pasti. Lingkungan menjadi lebih aman, aktivitas masyarakat berjalan lancar, dan keberlanjutan pertanian tetap terjaga.</div>

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Penyebab Bencana Akibat Daya Rusak Air - Mengurai Faktor Pemicu untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

28 December 2025

<div>Bencana akibat daya rusak air, seperti banjir, banjir bandang, erosi, sedimentasi, dan tanah ambles, merupakan ancaman yang dapat terjadi kapan saja. Risiko tersebut semakin nyata pada wilayah dengan dinamika sungai yang tinggi, seperti Sungai Bengawan Solo. Pemahaman terhadap karakteristik setiap jenis bencana menjadi langkah penting agar upaya mitigasi dapat dilakukan secara tepat dan responsif.<br><br>Banjir terjadi ketika debit air sungai melampaui kapasitas tampungnya. Pemicunya beragam, antara lain curah hujan tinggi, kondisi daerah aliran sungai, aliran permukaan, serta keberadaan sedimen dan sampah yang mengurangi kapasitas sungai. Sementara itu, erosi dan sedimentasi yang pada kondisi normal merupakan proses alami, dapat berkembang menjadi bencana sedimen massa apabila material dalam jumlah besar bergerak cepat, seperti pada aliran debris atau banjir lahar dingin.<br><br>Tanah ambles juga menjadi ancaman yang perlu diwaspadai. Fenomena ini terjadi akibat penurunan muka tanah yang dipicu oleh berkurangnya air tanah. Pada tanah berbutir lepas, penurunan dapat berlangsung relatif cepat sehingga berpotensi membahayakan permukiman dan infrastruktur di sekitarnya.<br><br>BBWS Bengawan Solo terus berkomitmen dalam pengelolaan sumber daya air secara terpadu melalui pemantauan kondisi sungai, pengurangan risiko bencana, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Sinergi, kolaborasi, dan kewaspadaan bersama menjadi kunci untuk menjaga Wilayah Sungai Bengawan Solo tetap aman dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana.</div>

Baca Selengkapnya