Berita Balai


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Peningkatan Kapasitas SDM untuk Petugas OP Wilayah Sungai Bengawan Solo Hilir

21 October 2021

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berupaya meningkatkan kemampuan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pada operasi dan pemeliharaan (O&P) bangunan infrasruktur sungai di wilayah hilir. Kegiatan ini tetap menerapakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Hotel Aston, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis – Jumat (21-22/10/2021). Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM untuk OP Wilayah Sungai Bengawan Solo Wilayah Hilir ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan bagi petugas OP dalam melaksanakan kegiatan OPP (Operasi, Pemeliharaan, dan Pemantauan) Sungai dan Tanggul, Pintu Air dan Pantai. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan bagi petugas OP di lapangan agar lebih terampil dan berkompeten serta memahami tugas pokok dan fungsi dalam penyelenggaraan OPP secara baik dan benar. Peserta yang hadir dalam kegiatan Kapasitas SDM untuk OP Sungai dan Tanggul, Pintu Air dan Pantai Wilayah Sungai Bengawan Solo hilir ini terdiri dari Petugas Sungai, Petugas Tanggul, Petugas Pantai dan Petugas Pintu dengan total undangan sebanyak 57 orang. Kegiatan ini berlangsung dengan paparan materi tentang Tugas dan Fungsi Unit Pengelola Sungai dan Mitigasi Bencana yang disampaikan oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemliharaan SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si. Sedangkan materi kedua dengan materi Tugas dan Fungsi Petugas OP Sungai dan Tanggul, Pintu Air dan Pantai dan materi Operasi Pemeliharaan Sungai dan Prasarana Sungai, Pantai dan Pintu air oleh PPK OP SDA IV, Antonius Suryono, SH, MMT. Setelah mendapat materi secara general, para peserta dibagi menjadi dua kelas sesuai dengan tugasnya. Kelas pertama adalah Kelas untuk Petugas OP Sungai dan Tanggul yang diberikan materi tentang Review Pengenalan Dasar Sarana dan Prasarana Sungai, Survey Inventaris Kondisi dan Fungsi Sungai dan Prasarana Sungai dan Penilaian Kinerja Sungai dan Prasarana Sungai yang disampaikan oleh Lalu Maharyani Kesuma. Sedangkan materi mengenai Aplikasi Pembantu Penginputan Data Sungai dan Tanggul (AKISDA) disampaikan oleh Unit Pengelola Sungai. Kelas kedua adalah kelas untuk Petugas Pintu Air dan Pantai dengan materi yang diberikan mengenai Aplikasi Pembantu Penginputan Data Pintu dan Pantai yang disampaikan oleh Unit Pengelola Sungai. Sedangkan materi mengenai Pengenalan Dasar Jenis Pintu dan Jenis Bangunan Pengaman Pantai, Operasi dan Pemeliharaan Pada Pintu dan Pengaman Pantai, selanjutnya materi mengenai Survey Inventarisasi Kondisi dan Fungsi Pantai dan Pintu yang disampaikan oleh Ir. Lalu Marhayani Kesuma, ST., M.Eng., IPM. Kepala Bidang Operasi dan Pemliharaan SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si mengatakan bahwa dalam rangka melaksanakan pembangunan infrastruktur yang handal, dibutuhkan sumber daya manusia yang profesional. “Sumber daya manusia yang profesional merupakan faktor utama dalam meningkatkan produktivitas. Saya berharap dengan acara ini bisa memberi manfaat untuk kita semua serta menambah wawasan kita bila terjadi masalah di lapangan,” ujarnya. Sri Wahyu Kusumastuti menambahkan bahwa wilayah Sungai Bengawan Solo memiliki 96 DAS dengan luas 19.551 km² yang terbagi 2 provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur, terdiri dari 10 kabupaten dan 3 kota serta dibagi menjadi 3 wilayah kerja yaitu hulu, madiun dan hilir. Dalam rangka memelihara sumber air dan menjaga kelestarian fungsi sungai, mengoptimalkan pemanfaatan prasarana sungai secara efektif, efisien, dan berkelanjutan, maka dilaksanakanlah kegiatan operasi dan pemeliharaan sungai beserta prasarananya. “Operasi dan pemeliharaan merupakan dua kegiatan yang saling berkaitan, sekalipun demikian garis besar tujuannya dapat dibedakan. Tanpa dilakukan pemeliharaan yang memadai, suatu obyek ataupun prasarana akan cepat mengalami degradasi baik fisik maupun fungsi. Tanpa adanya pemeliharaan sungai dan prasarananya, maka kelancaran operasi prasarana sungai juga akan terganggu dan tidak dapat berfungsi maksimal,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Serah Terima PROM Penanganan Banjir Kota Surakarta Paket 1,2, dan 3

18 June 2021

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo mengadakan kegiatan serah terima PROM (Preparation of Operation and Maintanance) Penanganan Banjir Kota Surakarta Paket 1,2, dan 3 serta diskusi pengelolaan aset di Kota Surakarta. Kegiatan serah terima PROM tersebut dihadiri oleh Kepala BBWS Bengawan Solo dan pejabat di lingkungan BBWS yang digelar pada Jumat, (18/06/2021). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat BBWS Bengawan Solo itu sebelumnya telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Daftar Dokumen serah terima PROM Penanganan Banjir Kota Surakarta Paket 1 berupa Pedoman O&P Pintu Air dan Bendung Kali Pepe Hilir, Pedoman O&P Kali Pepe Hili, Daftar Aset, dan KIB (Kartu Identitas Barang). Paket 2 berupa Pedoman O&P Pintu Air Sungai Bengawan Solo, Pedoman O&P Pompa Air Sungai Bengawan Solo, Daftar Aset, dan KIB (Kartu Identitas Barang). Sedangkan Penanganaan Banjir Kota Surakarta Paket 3 berupa Pedoman O&P Bendung Tirtonadi, Pedoman O&P Pompa Air/Banjir dan Pintu Air di Kali Pepe Hulu, Daftar Aset, dan KIB (Kartu Identitas Barang). Kegiatan serah terima tersebut berlangsung dengan penandatanganan PROM ( Preparation of Operation and Maintanance) oleh Kepala SNVT PJSA BBWS Bengawan Solo, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM dan Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, ST., MPSDA Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech berharap jika setelah kegiatan serah terima PROM akan menjadi penyerahan beban tanggung jawab dari Satker PJSA ke Satker OP yang harus dikerjakan semaksimal mungkin. "Perlu untuk dicatat jika sekarang tanggung jawab sudah berpindah. Bagi yang diserahi tugas diharap bisa menjaga sebaik-baiknya dan bekerja semaksimal mungkin,” paparnya. (BBWSBS/Fira)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Puncak Peringatan Hari Air Sedunia ke 30 di BBWS Bengawan Solo

30 March 2022

Dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke-30 tahun 2022, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui balai-balai di seluruh Indonesia menyelenggarakan peringatan Hari Air Sedunia secara serentak. Dengan mengusung tema nasional “MANTAB : Melestarikan Air Tanah Agar Berkesinambungan” peringatan Hari Air Sedunia di tahun 2022 ini di peringati oleh BBWS Bengawan Solo dengan menggelar berbagai kegiatan secara hybrid yang dipusatkan di Lapangan Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, pada Rabu (30/3/2022) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya yang diwakili oleh Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo, SH, MH mengatakan, kegiatan peringatan HAD ke-30 tahun 2021 yang mengusung tema nasional “MANTAB: Melestarikan Air Tanah Agar Berkesinambungan" merupakan upaya bersama untuk meningkatkan perhatian publik dan masyarakat internasional akan pentingnya air tanah bagi kehidupan untuk selanjutnya bersama-sama melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. "Pelaksanaan aksi di daerah dan rangkaian kegiatan HAD ke-30 yang telah melibatkan masyarakat, profesional, perguruan tinggi, kementerian/lembaga, BUMN, swasta, dan Pemda ini, diharapkan dapat membentuk pemahaman dan kesadaran masyarakat bahwa mereka tidak hanya memiliki hak sebagai 8 pengguna air, tetapi juga turut andil dan bertanggung jawab serta wajib memberikan kontribusi dalam memelihara alam dan lingkungan yang menjadi sumber air," katanya. Diharapkan kedepannya peringatan ini tidak berhenti hanya dengan penanaman pohon, namun harus diikuti dengan langkah merawat, menumbuhkan, memelihara dan menjaganya. Dalam sambutan tersebut turut ditambahkan informasi, bahwa Indonesia terpilih menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 Tahun 2024 mendatang. WWF ke-10 akan diselenggarakan di Bali dengan mengangkat 9 tema “Water for Shared Prosperity” untuk menjawab tantangan dan potensi global yang diakibatkan oleh peningkatan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Sementara Staf Ahli Menteri PUPR (SAMPU) Bidang Hubungan Antar Lembaga dalam laporannya mengatakan, Kementerian PUPR menegaskan bahwa perubahan iklim berperan dalam pelestarian alam dan lingkungan guna menjaga keberlangsungan air di bumi nusantara. “Mengemban amanat yang penting yang ingin kami sampaikan sesuai dengan tema “MANTAB: Melestarikan Air Tanah Agar Berkesinambungan” , kami ingin menegaskan bahwa perubahan iklim berperan sangat signifikan sehingga diperlukan partisipasi langsung oleh masyarakat dalam pelestarian alam dan lingkungan guna menjaga keberlangsungan air di bumi nusantara,” paparnya. Dalam sambutannya, Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech menyampaikan jika kegiatan yang dilakukan dalam rangka peringatan Hari Air Dunia ke 30 dilaksanakan guna mendukung pelestarian lingkungan di Wilayah Sungai Bengawan Solo. Disampaikan pula berbagai kegiatan yang berlangsung dalam rangka memperingati Hari Air Dunia di lingkungan BBWS Bengawan Solo. “Peringatan puncak Hari Air Dunia yang ke 30 mengingatkan kita jika air merupakan sumber daripada sumber kehidupan. Berbagai kegiatan yang menggandeng berbagai lapisan masyarakat telah dilakukan BBWS Bengawan Solo. Disamping mengadakan penghijauan, BBWS Bengawan Solo juga menabur benih ikan untuk mendorong ketahanan pangan,” katanya. Dalam kegiatan puncak peringatan Hari Air Dunia ke 30, BBWS Bengawan Solo turut melakukan gerakan penanaman pohon guna mengkonservasi Sumber Daya Air. Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Satker OP SDA Bengawan Solo, Kepala Satker PJSA Bengawan Solo, Kepala Satker ATAB Bengawan Solo tersebut dilaksanakan di Desa Kletekan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pada kesempatan tersebut dilakukan penanaman pohon yang dilakukan oleh perwakilan dari BBWS Bengawan Solo, Camat Jogorogo, Polsek Jatirogo, Kepala Desa Kletekan, Kepala Desa Dawung, Bumdes Sarilawu, Bumdes Dawung, Koramil Jogorogo. Hari Air Dunia atau World Water Day merupakan hari peringatan untuk menyadarkan masyarakat di dunia akan pentingnya sumber air yang berkelanjutan. Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret sejak disepakati pada sidang umum PBB ke-47 di Rio De Janeiro Brasil (22 Desember 1992). Peringatan Hari Air Sedunia ke XXIX telah dimulai sejak tahun 1993 dengan tujuan supaya masyarakat di dunia memberi dukungan dalam konservasi air. (BBWSBS/Fira).

Baca Selengkapnya

Berita Balai,

Cerita Petani - Air Terjaga, Pangan Terlaksana

BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo

30 October 2025

<div>Rehabilitasi jaringan irigasi tidak hanya sebatas memperbaiki saluran yang rusak, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa air dapat didistribusikan secara efektif, efisien, dan merata ke lahan pertanian.<br><br>Rehabilitasi jaringan irigasi D.I. Asin Bawah di Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Madiun merupakan langkah penting untuk menjaga ketersediaan air secara berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya memberi kepastian bagi petani, tetapi juga menjadi pondasi penting mengingat air merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan produksi pertanian dalam mendukung swasembada pangan nasional.</div>

Baca Selengkapnya