Berita KemenPUPR


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Perkuat Pemberdayaan BBWSBS adakan Lomba Komunitas Peduli Sungai

30 June 2022

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara Penilaian Presentasi dalam rangka Lomba Komunitas Peduli Sungai (KPS) Tingkat BBWSBS Tahun 2022 dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di The Alana Hotel and Convention Centre, di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (30/06/2022). Kegiatan kali ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas dan fungsi kami di BBWSBS yaitu dalam rangka pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air khususnya di Wilayah Sungai Bengawan Solo. Lomba KPS Tingkat BBWS Bengawan Solo ini kami selenggarakan dengan maksud dan tujuan agar semua KPS termotivasi untuk selalu berinovasi di dalam kontribusi pengelolaan sumber daya air, sehingga kita semua bisa lebih  mensyukuri sungai-sungai yang ada di sekitar kita. Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T., M.Si., dalam sambutannya yang disampaikan oleh Subkoordinator Pelaksanaan OP SDA Bengawan Solo, Santosa, S.ST., M.T., menyampaikan rasa bangga dengan dedikasi rekan-rekan KPS atas waktu, tenaga dan ide yang selama ini dicurahkan dalam membantu dan mendukung kegiatan- kegiatan pengelolaan SDA. "Kami berharap ke depannya rekan-rekan yang tergabung dalam KPS dapat bekerja secara efektif dan mengambil peran penting di dalam penanganan masalah-masalah yang timbul pada pengelolaan SDA. Sebab, pengelolaan SDA ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah, namun tugas kita bersama," pesannya. Adapun sebagai informasi daftar peserta yang lolos hingga tahap penilaian yakni KPS Sibat Sewu Solo, KPS Sekar Lepen Keprabon Solo, KPS Karsa Solo, KPS Pusur lnstitute Klaten, KPS SAR Sikatan Ngawi, KPS Indah Sinawang Nguter Sukoharjo, KPS Masdulkabi Sukoharjo, KPS Kali Kuning Trucuk Klaten, KPS Adidaruva Pujangga Pengging Boyolali, dan KPS Relawan Kali Gede, Boyolali. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Bimbingan Teknis OP Sungai Tahun Anggaran 2021

11 November 2021

Dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM Petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) Bangunan Sungai pada seluruh Balai Besar/ Balai Wilayah Sungai di Indonesia sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 13 Tahun 2020 tentang tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian PUPR, Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan memiliki tugas salah satunya untuk melakukan bimbingan teknis di bidang operasi dan pemeliharaan sungai. Untuk itu, Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan melaksanakan Kegiatan Bimbingan Teknis Pelaksanaan OP Sungai secara daring via zoom meeting dan diikuti oleh Balai Besar/ Balai Wilayah Sungai terdekat untuk mengikuti secara luring. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo diberikan kepercayaan oleh Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pelaksanaan OP Sungai tersebut di Gedung Perum Jasa Tirta I, Kamis (11/11/2021). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubdit Wilayah 2 Direktorat Bina OP Kementerian PUPR, Gemala Suzanti, SP., M.M., M.T. Kepala BBWS Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dan Kepala Bidang O&P SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si. dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Memberikan sambutannya, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengucapkan terima kasih karena telah diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Agus Rudyanto juga menyebutkan harapannya untuk kegiatan Bimbingan Teknis OP Sungai dan mengingatkan untuk selalu menjaga protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. “Terima kasih karena kami telah dipercaya untuk menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis OP Sungai. Besar harapan kami dengan adanya acara ini dapat memberikan manfaat kedepannya bagi masyarakat pada umumnya. Kami juga mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dimanapun berada,” paparnya. Memberikan arahannya, Gemala Suzanti, SP., M.M., M.T berharap agar muncul kesadaran untuk lebih memperhatikan sungai demi mencapai sungai yang berkelanjutan. Gemala Suzanti juga turut menyebut manfaat dari kegiatan Bimbingan Teknis OP kedepannya. "Kita harus memperhatikan sungai sebagai wadah air dan diperlukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait demi mencapai sungai yang berkelanjutan. Kegiatan Bimbingan Teknis OP ini nantinya diharapkann dapat membuat peserta lebih memahami tugas dan tanggung jawab bidang tugasnya masing-masing dalam pelaksanan kegiatan OP pada infastruktur sungai," paparnya. Adapun narasumber yang memberikan materi yakni Ir.Imam Anshori, MT menyampaikan pedoman OP sungai dan prasara sungai yang dilanjutkan dengan materi terkait AKNOP Prasarana Sungai. Kemudian Ir. Budi Santoso, Dipl. HE. sebagai narasumber terakhir menyampaikan materi pemeliharaan Ruang Sempadan Sungai dan dilanjutkan dengan materi Penilaian Kinerja Sungai. Diharapkan kegiatan Bimbingan Teknis OP Sungai ini nantinya dapat meningkatkan pemahaman terkait kegiatan operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana sungai. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM terkait perhitungan penilaian kinerja dan AKNOP sehingga kedepannya seluruh balai dapat melakukan perhitungan penilaian dan AKNOP tersebut secara swakelola. (BBWSBS/ Fira)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Program Percepatan Peningkatan Tataguna Air Irigasi (P3TGAI) Wilayah Madiun Tahun 2021

08 April 2021

<em>Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar kegiatan Sosialisasi Tingkat Balai Kegiatan Program Percepatan dan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran 2021 Wilayah Jawa Timur di Kota Madiun pada Kamis, (08/04/2021). Kegiatan P3TGAI tersebut dihadiri oleh pejabat dan karyawan di lingkungan BBWSBS, Tim Pelaksana Balai di Wilayah O&P SDA III, dan Konsultan Manajemen Balai, Kepala Desa penerima P3TGAI, Tenaga Pendaming Masyarakat (TPM) serta Ketua P3A/HIPPA penerima P3TGAI. Sebelumnya, acara dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 melalui serangkaian Rapid Test Antigen dengan hasil keseluruhan negatif. Disebutkan jika pelaksanaan P3TGAI untuk wilayah OP III Madiun terbagi menjadi 2 tahapan yaitu Tahap I pada periode April sampai dengan Agustus dengan total 255 Desa sedangkan untuk Tahap II dengan total 16 Desa. Keseluruhannya terbagi menjadi 5 Kabupaten yaitu Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan. Kepala BBWSBS, yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur SDA Bengawa Solo Ali Rahmat, ST, MT dalam sambutannya menyampaikan harapannya terkait program P3TGAI agar bisa menumbuhkan rasa memiliki dan pemeliharaan terhadap pemanfaatan air untuk irigasi. "P3TGAI diharapkan menjadi program yang mampu menarik kebersamaan petani dalam memanfaatkan air untuk irigasi melalui saluran yang telah dibangun serta menumbuhkan rasa memiliki dan memelihara hasil kegiatan ini dan saya berpesan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dalam melaksanakan tahapan kegiatan P3TGAI di masa pandemi ini," paparnya. P3TGAI merupakan salah satu program dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA). Kegiatan tersebut bermaksud untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat petani dalam kegiatan rehabilitasi, peningkatan dan pembangunan jaringan irigasi sesuai dengan kebutuhan yang berdasarkan prinsip kemandirian. Hal ini dimaksud untuk mendukung program kedaulatan pangan dan upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan paparan materi yang disampaikan oleh Konsultan Manajemen Balai pada PPK OP SDA III BBWSBS, Sution Jahtoro, ST, MT menyebutkan tujuan P3TGAI yang dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi dengan rangkaian kegiatan. "Proses pemberdayaan dimulai dari perencanaan,pelaksanaan konstruksi, pengawasan, dan pengelolaan jaringan irigasi dengan melibatkan peran serta masyarakat sebagai pelakaana kegiatan. Kegiatan rehabilitasi/peningkatan/pembangunan jaringan irigasi dapat berupa bangunan utama, saluran pembawa, bangunan bagi/sadap, bangunan pelengkap dan pembuangnya," paparnya. Nantinya, pelaksanaan P3TGAI tahun ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat desa penerima P3TGAI yang beberapa diantaranya merupakan korban PHK terdampak pandemi, berlakunya perputaran ekonomi di desa, serta pengelolaan air irigasi. (Fira/BBWS)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Monitoring Pekerjaan Breakwater PPN Brondong di Kabupaten Lamongan

11 May 2022

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan pembangunan breakwater di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Selasa (10/05/2022). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kunjungan kerja dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Tata Usaha (TU) BBWS Bengawan Solo, Bambang, S.E., S.T., M.T., Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T., Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan progres pekerjaan pembangunan breakwater di PPN Brondong pada hari ini mencapai 30 %. Pembangunan breakwater ini dibangun untuk menjaga tinggi gelombang yang berada di dalam kolam pelabuhan tetap tenang, sehingga kapal nelayan dan aktifitas bongkar muat dapat berjalan dengan lancar. Lingkup pekerjaann antara lain pekerjaan persiapan, penyelenggaraan SMK3 dan Pekerjaan Breakwater. Sisa waktu pelaksanaan kontrak sampai dengan 31 Desember 2022. “ Manfaat dari pembangunan breakwater ini yakni melindungi kolam Pelabuhan seluas 17,2 Ha, penerima manfaatadalah masyarakat nelayan di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan khususnya dan nelayan pada umumnya,” ujarnya. Sebagai informasi, Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Brondong yang berlokasi di PPN Brondong menjadi tempat bongkar muat dan fasilitas penunjang perdagangan perikanan bagi nelayan dan industri perikanan setempat. Kabupaten Lamongan sendiri memiliki potensi perikanan yang cukup besar. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Koordinasi Pembangunan Infrastruktur SDA di Kab. Bojonegoro

15 June 2022

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menerima kunjungan kerja (kunker) dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Kab. Bojonegoro yang dipimpin oleh Kepala Dinas PU SDA Kab. Bojonegoro, Erick Firdaus, S.T., di Kantor BBWS Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (14/06/2022). Kunjungan kerja yang diterima oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama, S.T, M.Si., beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kunjungan kerja kali ini dalam rangka koordinasi pembangunan infrastruktur SDA di Kab. Bojonegoro khususnya pembangunan Bendung Gerak Karangnongko dan Bendungan Pejok di Kab. Bojonegoro, Jawa Timur. Koordinasi membahas tentang mekanisme dalam proses pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di Kab. Bojonegoro seperti kendala dalam pembebasan lahan, pembahasan teknis sekaligus opsi solusi yang akan dilakukan dengan menyesuaikan budaya masyarakat yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Koordinasi dilanjutkan dengan pembahasan AMDAL dan LARAP pembangunan Bendungan Pejok yang dilaksanakan oleh Dinas PUSDA Kab. Bojonegoro pada tahun anggaran 2022 yang merupakan satu rangkaian readiness criteria dari review desain yang sudah dilaksanakan. Maryadi Utama, S.T, M.Si., menyatakan jika BBWSBS akan senantiasa bekerjasama dengan Pemerintah Kab. Bojonegoro dalam pembangunan Bendung Gerak Karangnongko dan Bendungan Pejok. Kepala BBWSB Bengawan Solo berharap pembangunan Bendung Gerak Karangnongko dan Bendungan Pejok dapat berjalan sesuai yang diharapkan. “Kami siap berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam pembangunan infrastruktur SDA di Kab. Bojonegoro. Semoga kedepannya semua bisa bisa berjalan sesuai harapan dan terlaksana dengan tepat waktu,” katanya. (BBWSBS/Safira)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Tangani Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik BBWS Bengawan Solo Gandeng TNI AD

30 March 2022

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan penandatanganan kontrak pekerjaan pembersihan eceng gondok Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik dengan Pola Kerjasama TNI, Rabu (30/03/2022) di Makorem 074 Warastratama. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech,., Kabid Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si., Kasatker O&P SDA Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, ST., MPSDA dan PPK O&P SDA II, Ika Yulianti, ST., MT. Kegiatan tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Dalam kesempatan ini, BBWSBS menandatangani pelaksanaan penandatanganan kontrak pekerjaan pembersihan Eceng Gondok Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik dengan Pola Kerjasama TNI. Program Revitalisasi Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik merupakan salah satu program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan maksud mewujudkan kepedulian dan sinergitas dalam mempertahankan keberlanjutan Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik agar terjaga fungsi dan kualitasnya sehingga memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat dan program ini bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2022. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA di Rawa Jombor dan Bendungan Cengklik. "Tahapan pelaksanaan program Revitalisasi Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik salah satunya diwujudkan dengan pelaksanaan pekerjaan swakelola Pembersihan Eceng Gondok Bendungan Rowo Jombor dan Bendungan Cengklik dengan Pola Kerjasama TNI," ujarnya. Agus mengatakan ruang lingkup yang akan dikerjakan pada pekerjaan swakelola ini meliputi pembersihan eceng gondok pada Bendungan Rowo Jombor seluas ±10,5 Ha dan pada Bendungan Cengklik seluas ±23 Ha dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari. (BBWSBS/Tamara)

Baca Selengkapnya
Accessibility
Pengaturan Teks
Tampilan
Audio
Aktifkan Suara