Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
15 March 2022
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar webinar bertema Pengelolaan Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, selasa (15/3/2022). Kegiatan ini diadakan secara online via zoom dan ditayangkan secara live via youtube channel BBWS Bengawan Solo. Narasumber yang hadir sebagai pembicara untuk memberikan materi dalam webinar tersebut yakni, Kasubdit Wilayah II, Direktorat Air Tanah dan Air Baku, Ir. Wursito Adi Baskoro, M.T menyampaikan materi mengenai Kebijakan Pengelolaan Air Tanah di Indonesia, Kepala SNVT ATAB BBWS Bengawan Solo, Nely Mulyaningsih S.P., M.PSDA menyampaikan materi mengenai Pengelolaan Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Koordinator Pengusahaan Dan Konservasi Air Tanah, Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Hermawan, S.T menyampaikan materi mengenai Kondisi Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Kepala Balai Air Tanah, Dr. Ahmad Taufiq, S.T., M.T., Phd menyampaikan materi mengenai Perencanaan Pengelolaan Air Tanah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Dr. Muhammad Isa Anshori, ATD., MT, menyampaikan materi mengenai Kegiatan Pemanfaatan dan Pengelolaan Air Tanah di Jawa Timur, dan Akademisi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS menyampaikan materi mengenai Perkembangan Teknologi Pengelolaan Air Tanah di Daerah Perkotaan. Selaku moderator pada webinar adalah Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI) Sumber Daya Air (SDA), Ali Rahmat, S.T., M.T.. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunci kelestarian air tanah untuk pemenuhan kebutuhan adalah pengelolaan air tanah secara baik dan berkelanjutan yang kemudian menjadi tanggung jawab bersama. “Dalam pemanfaatan air tanah bayak hal yang perlu dianalisa lebih lanjut, karena eksploitasi air tanah berlebih tanpa pengisian ulang akan mengakibatkan penurunan kualitas air tanah” ujarnya. Melalui pemaparan materinya, Ir. Wursito Adi Baskoro, M.T menyampaikan mengenai regulasi dan kebijakan pengelolaan air tanah di Indonesia. Nely Mulyaningsih, SP,. MPSDA. turut menjelaskan program kegiatan pengelolaan air tanah yang telah dilakukan di Wilayah Bengawan Solo yakni melalui program rehabilitasi rumah pompa dan redrilling (pengeboran ulang) sumur produksi tanah. “Balai Besar Wilayah Sungai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang meliputi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi dan pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada sungai, pantai, bendungan, danau, situ, embung, dan tampungan air lainnya, irigasi, rawa, tambak, air tanah, dan air baku serta pengelolaan drainase utama perkotaan,” paparnya. Selanjutnya, Hermawan, S.T menambahkan upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga kesetimbangan Cekungan Air Tanah (CAT) adalah dengan melarang pengusaha air tanah pada zona imbuhan dan sekitar mata air. “Upaya dalam menjaga Kesetimbangan Cekungan Air Tanah pada Wilayah Sungai Bengawan Solo yang pertama ada proses perizinan, kewajiban membangun sumur resapan bagi pemegang izin sumur bor, lalu yang ketiga wajib membangun sumur pantau untuk sumur dan melaporkan hasil pemantauan ke Dinas ESDM, melarang pengusahaan air tanah pada zona imbuhan dan sekitar mata air. Dan yang ke lima penindakan terhadap penggunaan air tanah yang melebihi debit yang diizinkan,” katanya. Dr. Ahmad Taufiq, ST,. MT., Ph.D menjelaskan bagaimana langkah-langkah dalam perencanaan pengelolaan air tanah. Dimulai dengan melakukan survey air tanah, geolistrik, jenis data air tanah, pengujian air tanah, pengujian kualitas air tanah, kemudian dilanjutkan dengan pemodelan air tanah. Dr. Muhammad Isa Ansori, ATD., MT juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menaruh perhatian terhadap groundwater. “Groundwater merupakan isu yang harus diperhatikan di tingkat internasional, kondisi air tanah yang menurun mengharuskan adanya perbaikan pengelolaan air tanah” ujarnya. Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS. IPU turut memberikan gambaran mengenai teknologi sumur injeksi sebagai imbuhan air tanah buatan pada akuifer bebas di wilayah perkotaan. Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa prinsip dalam pengelolaan air tanah adalah keseimbangan, yaitu keseimbangan antara permintaan (demand) dan penyediaan (supply). (BBWSBS/Tamara- Meyta)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
18 November 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan kegiatan monitoring progres pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Pacal di Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (18/11/2021). Kegiatan monitoring tersebut sebelumnya telah memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kunjungan kerja dipimpin oleh Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, Kepala Satuan Kerja (Satker) OP SDA, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA IV, Yosi Mahendra Pramudianto S.T beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Kepala BBWS Bengawan Solo,, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan bahwa progres pekerjaan Bendungan Pacal pada 17 November 2021 mencapai 75%. Bendungan Pacal usianya sudah tua dan sudah dimanfaatkan sejak tahun 1933, sehingga sudah saatnya mendapatkan perhatian khusus. “Lingkup Pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Pacal yakni pembangunan spillway. Pekerjaan ini cukup lama karena dibangun spillway baru, untuk menggantikan spillway yang rusak sejak 2014” katanya. Agus Rudyanto berpesan agar dalam pelaksanaan paket pekerjaan Rehabilitasi Bendungan Pacal dikerjakan sesuai dengan targetnya. “Semoga hasil pekerjaan memenuhi kualitas, kuantitas, dan sesuai dengan spesifikasinya. Namun, yang paling penting adalah fungsi infrastruktur yang ada dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sekitar. Potensi air Bendungan Pacal nantinya akan mengairi Bendung Klepek, Bendung Makuris, Bendung Kerjo yang berada di Kabupaten Bojonegoro,” katanya. Dalam kesempatan itu, Agus juga mengingatkan para penyedia jasa untuk fokus bekerja sesuai kontrak. Diharapkan semua pekerjaan berjalan lancar tanpa ada gangguan atau hambatan. “Faktor cuaca dan kondisi alam juga harus dipertimbangkan. Selain itu, program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga harus diperhatikan” katanya. Sebagai informasi, Bendungan Pacal yang terletak di Kecamatan Temayang tersebut memiliki tipe urugan batu dengan membran beton. Tinggi maksimal bendungan yakni 35 meter dan lebar puncak 7 meter. Bendungan Pacal menjadi sumber air bagi daerah irigasi (DI) Pacal dengan luasan baku sawah 16.688 Ha. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
15 December 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan kegiatan Koordinasi e-PAKSI dan Sinkronisasi Data RP21 Daerah Irigasi Kewenangan Pusat Tahun 2021-2022 di Adhiwangsa Hotel and Convention Hall, Surakarta, Rabu (15/12/2021). Kegiatan yang turut dihadiri oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., Kasubdit Wilayah 3 SDA, Ir. Mohammad Kontra Nizam L. SP-1, Kepala Bidang O&P SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si, Kepala Satker OP, Surendro Andi Wibowo, ST, MPSDA, dan pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Maksud dan tujuan kegiatan e-PAKSI adalah untuk mengetahui kondisi asset jaringan irigasi dan kinerja system irigasi secara utuh dan untuk merekomendasi prioritas penanganan di setiap Daerah Irigasi, dan dengan dilaksanakannya kegiatan update PAI & IKSI (e-PAKSI) secara terintegrasi dalam suatu DI, efektifitas dan efisiensi pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan system irigasi dapat tercapai secara berkelanjutan, serta kedepannya akan lebih mudah. Sedangkan maksud dan tujuan kegiatan RP2I untuk penyusunan instrument yang berisi program 5 tahun pengelolaan irigasi sebagai tindak lanjut dari kebijakan dan strategi pembangunan daerah bidang pertanian dalam rangka pelaksanaan Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi (PPSI) terdapat 4 kabupaten yaitu Kabupaten Lamongan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Ngawi yang menjadi Kewenangan Pusat Memberikan sambutannya, Dr.Ir. Agus Rudyanto, M.Tech berharap agar kegiatan Koordinasi e-PAKSI dan Sinkronisasi Data RP21 Daerah Irigasi Kewenangan Pusat Tahun 2021-2022 dapat tersampaikan manfaatnya. Agus Rudyanto juga turut menjelaskan penyusunan PAI dan IKSI untuk mengetahui kondisi asset jaringan irigasi dan kinerja sistem irigasi secara utuh dan untuk merekomendasi prioritas penanganan di setiap Daerah Irigasi “Dengan dilaksanakannya kegiatan baseline atau update PAI & IKSI (e-PAKSI) secara terintegrasi dalam suatu DI, efektifitas dan efisiensi pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan sistem irigasi dapat tercapai secara berkelanjutan, serta kedepannya akan lebih mudah,” paparnya. Turut memberikan sambutan mewakili Direktur Bina OP SDA, Ir. Mohammad Kontra Nizam L. SP-1, mengucapkan terima kasih atas undangan yang telah diberikan sehingga dapat menghadiri kegiatan Koordinasi e-PAKSI dan Sinkronisasi Data RP21. Kasubdit Wilayah 3 SDA tersebut turut berharap agar kegiatan Koordinasi e-PAKSI dan Sinkronisasi Data RP21 dapat berjalan sesuai dengan target outputnya. Kegiatan berlanjut dengan pemaparan materi Monitoring Evaluasi Pelaksanaan O&P Irigasi oleh Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si. Dijelaskan dalam paparannya terkait gambaran umum Operasi Jaringan Irigasi yang merupakan upaya pengaturan air irigasi dan pembuangannya, menjaga agar pelayanan air dapat berjalan sesuai harapan. Kemudian Pemeliharaan Jaringan Operasi yang merupakan upaya menjaga dan mengamankan jaringan irigasi agar selalu berfungsi dengan baik guna memperlancar pelaksanaan operasi. Materi Hasil Rehabilitasi dan Peningkatan Kapasitas Jaringan Irigasi pada D.I. Kewenangan Pusat disampaikan oleh Hariyo Priyambodo, ST, MM dengan materi Data Daerah Irigasi Kewenangan Pusat dan Data Rehabilitasi dengan pemaparan peta daerah irigasi kewenangan pusat di Sungai Bengawan Solo dan Penuntasan Jaringan Irigasi Tahun 2021 dengan pemaparan sebaran lokasi paket pekerjaan irigasi dan rawa SNVT PJPA Bengawan Solo Tahun 2021. Kegiatan dilanjutkan dengan paparan materi Updating e-PAKSI tahun 2021/2022 di BBWS Bengawan Solo oleh Ratih Nilam Sari S.T., MPSDA yang turut memuat cara kerja PAI dalam e-PAKSI dan Penyampaian Penyusunan Data RP2I di wilayah Lamongan, Tuban, Ngawi, dan Madiun oleh Ambar Puspitosari S.T., MDM dengan pemaparan dasar hukum penyusunan RP21. RP2I merupakan instrument perencanaan yang di siapkan oleh Pemerintah Kabupaten yang sangat berperan dalam penyusunan instrument yang berisi program 5 tahun pengelolaan irigasi sebagai tindak lanjut dari kebijakan dan strategi pembangunan daerah bidang pertanian dalam rangka pelaksanaan Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi (PPSI) terdapat 4 kabupaten yaitu Kabupaten Lamongan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Ngawi yang menjadi Kewenangan Pusat. (BBWSBS/Fira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
01 April 2022
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar acara Penandatanganan Kontrak Empat Paket Pekerjaan di Lingkungan BBWS Bengawan Solo di Kantor BBWS Bengawan Solo, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (01/04/2022). Acara penandatanganan tersebut diikuti Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Dalam kesempatan ini, BBWS Bengawan Solo diwakili oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai (Supan) II, Gadhang Swastyastu, S.T., M.Eng., menandatangani Paket Pekerjaan Supervisi Peningkatan Kapasitas Sudetan Floodway (Plangwoot – Sedayu Lawas) Tahap II dengan penyedia jasa PT.Brahma Seta Indonesia senilai Rp 1.740.046.000,00, kemudian Paket Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan irigasi D.I. SIM di Kabupaten Madiun (Tahap II) (IPDMIP) yang ditandatangani oleh PPK Irigasi dan Rawa (Irwa) II, Ery Suryo Kusumo, S.Pd., M.T., dengan penyedia jasa PT Bina Cipta Utama – PT. Bangkit Ampuh Abadi, KSO senilai Rp 41.829.542.727,27. Selanjutnya, PPK Pendayagunaan Air Tanah (PAT), Fathoro Trimariat, S.T., M.T., juga mendantangani Paket Pekerjaan Pengeboran Sumur Produksi Air Tanah untuk Irigasi di Wilayah Jatim (Ponorogo) dengan penyedia jasa CV. Geokarya senilai Rp 2.489.958.755,50,-, sekaligus Paket Pekerjaan Supervisi Pekerjaan Pengeboran Sumur Produksi Air Tanah untuk Irigasi di Wilayah Jatim (Ponorogo) dengan penyedia jasa CV. Jati Utama senilai Rp 698.638.600. Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech berharap nantinya pekerjaan tersebut bisa dikerjakan sebaik-baiknya dan para penyedia jasa agar memahami dan mematuhi ketentuan-ketentuan dan dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai yang tertuang dalam kontrak tersebut. “Pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras, semoga target yang diharapkan dapat terpenuhi bersama dan selamat bekerja sesuai dengan kontrak, dengan menerapkan tepat mutu, tepat waktu, juga tepat sasaran,” tutupnya. (BBWSBS/Ferri)
Baca Selengkapnya