KUPANG, 26 Juli 2026 — Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan air bagi masyarakat di tengah ancaman puncak musim kemarau. Melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kekeringan, BBWS NT II menerapkan strategi proaktif yang berfokus pada aksi nyata di lapangan. Mengingat krisis air bersih kerap menjadi ancaman tahunan, tim satgas tidak sekadar pasif menunggu laporan aduan di meja kantor. Sebaliknya, mereka secara aktif menyisir, memetakan, dan mencari wilayah-wilayah pelosok yang paling terdampak oleh susutnya sumber air.

Dari hasil penyisiran dan observasi lapangan yang intensif tersebut, Tim Satgas BBWS NT II berhasil mendeteksi sebuah titik krisis yang membutuhkan penanganan darurat. Titik tersebut berlokasi di RT 10, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Di wilayah ini, krisis air tidak hanya mengancam kebutuhan konsumsi dan sanitasi harian warga, tetapi juga membahayakan kelangsungan hidup hewan ternak yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat desa setempat.

Merespons temuan kritis tersebut, BBWS NT II langsung menginisiasi langkah penanggulangan terpadu tanpa menunda waktu. Dalam operasi tanggap darurat ini, sebanyak lima orang personel operasional diterjunkan langsung ke lokasi terdampak. Tim ini didukung penuh oleh pengerahan satu unit armada truk tangki air berkapasitas besar, yakni 5.000 liter.

Bergerak dengan cepat dan taktis, para personel langsung mendistribusikan pasokan air baku tersebut. Untuk memastikan pembagian yang merata dan adil, aliran air dari truk tangki disalurkan langsung ke dalam bak penampungan utama milik warga setempat, sehingga seluruh penduduk dapat mengaksesnya dengan mudah.

Intervensi dari Satgas Bencana Kekeringan ini memberikan napas lega dan dampak positif yang sangat terukur bagi masyarakat Desa Oelnasi. Pasokan air sebanyak 5.000 liter tersebut dipastikan mampu memenuhi kebutuhan dasar harian bagi 57 Kepala Keluarga (KK) yang menetap di RT 10.

Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan air minum warga, distribusi air ini juga menjadi penyelamat krusial bagi sektor peternakan lokal. Pasalnya, pasokan air yang disalurkan turut dialokasikan untuk menopang kebutuhan minum bagi 43 ekor sapi beserta hewan peliharaan warga, yang sangat rentan mengalami dehidrasi di tengah cuaca panas ekstrem.

Rangkaian gerak cepat yang terstruktur ini—mulai dari inisiatif penyisiran mencari lokasi krisis, proses penemuan titik darurat, hingga eksekusi penanggulangan yang tepat sasaran—menjadi bukti konkret kehadiran pemerintah dalam menjawab kesulitan masyarakat.

Keberhasilan operasi distribusi air di Desa Oelnasi ini sekaligus menjadi cerminan dari semangat juang dan dedikasi tinggi yang selalu dipegang teguh oleh setiap personel tim lapangan BBWS NT II, yakni: “Cari, Temukan, Eksekusi!”. Semboyan ini akan terus menjadi motor penggerak bagi Satgas dalam melayani dan melindungi masyarakat Nusa Tenggara Timur dari ancaman bencana kekeringan di masa mendatang.