KUPANG, 28 Juli 2026 β€” Upaya penanggulangan dampak kekeringan yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II terus diintensifkan. Memasuki akhir Juli, Tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kekeringan BBWS NT II memperluas radius operasi mereka dengan memfokuskan distribusi bantuan air bersih ke sejumlah kawasan pemukiman padat penduduk yang tersebar di wilayah Kota Kupang.

Berdasarkan data operasi tanggap darurat yang tercatat selama periode tiga hari, yakni mulai tanggal 26 hingga 28 Juli 2026, Satgas BBWS NT II telah berhasil mengeksekusi pendistribusian di 11 titik krisis. Dengan mengandalkan armada truk tangki, total air bersih yang telah disalurkan pada periode ini mencapai 55.000 liter. Seluruh pasokan air tersebut dialokasikan secara spesifik untuk menanggulangi status "Kekeringan Pemukiman".

Distribusi air bersih ini dilakukan secara terukur dan menyasar kawasan-kawasan yang dilaporkan mulai mengalami penyusutan debit air tanah. Penyaluran air bersih tersebut menjangkau enam kecamatan berbeda dengan rincian wilayah sasaran sebagai berikut:

  • Kecamatan Oebobo: Penyaluran dilakukan sebanyak dua kali pengiriman (total 10.000 liter) yang dipusatkan di Kelurahan Liliba pada 26 Juli.
  • Kecamatan Maulafa: Mengamankan pasokan 5.000 liter air untuk warga di Kelurahan Penfui pada 26 Juli.
  • Kecamatan Kota Lama: Penyaluran 5.000 liter air ke pemukiman di Kelurahan Oeba pada 26 Juli.
  • Kecamatan Kota Raja: Menjadi wilayah dengan intensitas distribusi tertinggi dalam periode ini. Tim menyalurkan pasokan ke Kelurahan Air Nona (total 15.000 liter dalam tiga kali pengiriman pada 26-27 Juli) dan Kelurahan Naikoten (total 10.000 liter dalam dua kali pengiriman pada 27 Juli).
  • Kecamatan Kelapa Lima: Mendistribusikan pasokan air sebesar 5.000 liter ke wilayah Kelurahan Lasiana pada 28 Juli.
  • Kecamatan Kupang Tengah: Mengalokasikan 5.000 liter air bagi warga di kawasan Tarus pada 28 Juli.

Langkah masif yang dilakukan secara maraton selama tiga hari berturut-turut ini membuktikan bahwa pemerintah, melalui BBWS NT II, hadir secara langsung di tengah masyarakat. Setiap truk tangki berkapasitas 5.000 liter yang diturunkan diharapkan mampu menyambung kebutuhan vital sanitasi dan konsumsi bagi ratusan Kepala Keluarga di wilayah-wilayah tersebut.

Langkah ini juga sejalan dengan komitmen yang sebelumnya ditegaskan oleh pimpinan BBWS NT II dan semangat β€œCari, Temukan, Eksekusi!” yang dipegang teguh oleh tim Satgas. Pemantauan terhadap ketersediaan air di pemukiman warga akan terus dilakukan seiring dengan semakin dekatnya puncak musim kemarau di wilayah Nusa Tenggara Timur. Masyarakat pun terus diimbau untuk tidak ragu melaporkan kondisi krisis air di wilayahnya agar dapat segera ditangani oleh tim di lapangan.