Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
14 December 2021
Penelitian dengan judul Model Pola Operasi Waduk Berbasis Inflow yang Adaptif Terhadap Perubahan Iklim Program Doktor Teknik Sumber Daya Air (TSDA) Fakultas Teknik (FT) Jurusan Teknik Pengairan, Universitas Brawijaya, telah mengantarkan, Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo, Heriantono Waluyadi, ST, MT meraih gelar Doktor, Selasa (14/12/2021). Heriantono Waluyadi berhasil mempertahankan disertasinya yang dilaksanakan secara daring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Adapun kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebagai promotor Prof. Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, MT., IPU., ASEAN Eng. Co-Promotor, Dr. Ir. Widandi Sutopo, M.Eng., Dr. Ir Rispiningtati, M.Eng. Penguji Internal, Prof. Dr. Ir. Lily Montarcih Limantara., M.Sc, Penguji Tamu, Dr. Ir Agus Rudyanto M.Tech. selaku Kepala BBWSBS, serta Penguji Eksternal, Prof. Ir. Djoko Legono, Ph.D. Disertasi tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa masalah, diantaranya beberapa tahun terakhir Muka Air Waduk tidak sesuai POW yang menghasilkan beberapa penelitian bahwa Musim Hujan dan Musim Kemarau di Indonesia dipengaruhi SST menuju ENSO (Samudera Pasifik) dan IOD (Samudera Hindira) hingga terdapat hubungan Curah Hujan dan SST setiap bulan. Selain itu dengan pengaruh inflow adaptif terhadap perubahan ilkim dan model optimasi pola operasi waduk dengan dinamika stokastik diharapkan dapat digunakan untuk upgrading kinerja POW Waduk. Tujuan Desertasi Model Pola Operasi Waduk Berbasis Inflow yang Adaptif Terhadap Perubahan Iklim yakni untuk diperolehnya hubungan antara perubahan iklim terhadap curah hujan dan inflow dalam memenuhi kebutuhan waduk, diperoleh model POW yang sesuai dengan probabilitas inflow yang dipengaruhi oleh perubahan iklim, dan diperoleh kinerja model POW yang optimal berbasis inflow yang adaptif terhadap POW Eksisting. Metode penelitian perhitungan curah hujan menggunakan Analisa Poligon Thiesen. Perhitungan korelasi terbaik dari curah hujan wilayah rata-rata bulanan dengan index suhu permukaan laut menggunakan Analisa Korelasi Linier Berganda dengan Metode Regresi Linier Berganda (stepwise procedure). Evaluasi Model menggunakan Uji Klasik dan Uji Validasi. Analisa Hujan menjadi Limpasan dengan Metode FJ.MOCK. Heriantono Waluyadi berharap agar Desertasi Model Pola Operasi Waduk Berbasis Inflow yang Adaptif Terhadap Perubahan Iklim tersebut dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu yang berhubungan dengan upaya Upgrading Bendungan dengan Optimasi Pola Operasi Waduk, memberikan pertimbangan lain untuk mereviu pola operasi waduk, dan memberikan peran penelitian teknik pengairan dalam rangka mewujudkan pembangunan di sector sumber daya air. Diharapkan juga kedepannya pejabat di lingkungan BBWSBS yang telah menempuh pendidikan tinggi hingga jenjang Doktoral dapat menjalankan tugas semaksimal mungkin, serta memberikan sumbangsih keilmuan untuk kemajuan bidang SDA baik dalam arti umum maupun spesifik. Hal tersebut tentunya bertujuan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan dan kegiatan di bidang SDA. (BBWSBS/Fira)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
30 October 2025
<div>Sumber air irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Pondok berasal dari Bendungan Pondok yang terletak di Desa Gandong, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Aliran airnya didukung oleh tiga bendung utama, yakni Dero, Sambiroto, dan Plesungan, serta satu bendung suplesi, yaitu Bendung Padas, berperan penting dalam pengaturan dan penyaluran air ke lahan pertanian di wilayah sekitarnya.<br> <br>Melalui pengelolaan BBWSBS, sistem irigasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan air bagi pertanian. Infrastruktur irigasi yang andal turut mendukung peningkatan produktivitas lahan dan memperkuat langkah menuju swasembada pangan nasional.</div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
28 December 2025
<div>Bencana akibat daya rusak air, seperti banjir, banjir bandang, erosi, sedimentasi, dan tanah ambles, merupakan ancaman yang dapat terjadi kapan saja. Risiko tersebut semakin nyata pada wilayah dengan dinamika sungai yang tinggi, seperti Sungai Bengawan Solo. Pemahaman terhadap karakteristik setiap jenis bencana menjadi langkah penting agar upaya mitigasi dapat dilakukan secara tepat dan responsif.<br><br>Banjir terjadi ketika debit air sungai melampaui kapasitas tampungnya. Pemicunya beragam, antara lain curah hujan tinggi, kondisi daerah aliran sungai, aliran permukaan, serta keberadaan sedimen dan sampah yang mengurangi kapasitas sungai. Sementara itu, erosi dan sedimentasi yang pada kondisi normal merupakan proses alami, dapat berkembang menjadi bencana sedimen massa apabila material dalam jumlah besar bergerak cepat, seperti pada aliran debris atau banjir lahar dingin.<br><br>Tanah ambles juga menjadi ancaman yang perlu diwaspadai. Fenomena ini terjadi akibat penurunan muka tanah yang dipicu oleh berkurangnya air tanah. Pada tanah berbutir lepas, penurunan dapat berlangsung relatif cepat sehingga berpotensi membahayakan permukiman dan infrastruktur di sekitarnya.<br><br>BBWS Bengawan Solo terus berkomitmen dalam pengelolaan sumber daya air secara terpadu melalui pemantauan kondisi sungai, pengurangan risiko bencana, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Sinergi, kolaborasi, dan kewaspadaan bersama menjadi kunci untuk menjaga Wilayah Sungai Bengawan Solo tetap aman dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana.</div>
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
30 October 2025
<div>Kementerian PU melalui BBWSBS melaksanakan kegiatan P3-TGAI di tahun 2025. Untuk wilayah PPK O&P SDA 3, kegiatan ini tersebar di 5 titik yaitu Kabupaten Madiun sebanyak 5 titik, Kabupaten Magetan 26 titik, Kabupaten Ngawi 36 titik, Kabupaten Pacitan 23 titik dan Kabupaten Ponorogo 123 titik. Pelaksanaan P3-TGAI ini membawa dampak positif bagi masyarakat itu sendiri berupa penyerapan tenaga kerja sebanyak 66.361 HOK (Hari Orang Kerja) dan meningkatkan luas tanam.<br><br>P3-TGAI bukan hanya tentang infrastruktur irigasi, tetapi juga tentang menghadirkan senyum dan harapan baru bagi para petani sebagai penerima manfaat.</div>
Baca Selengkapnya