Rote Ndao, 19 Juni 2026 – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penyelesaian berbagai persoalan infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat. Menindaklanjuti arahan Kepala BBWS Nusa Tenggara II, tim dari Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (KPISDA) mendampingi pelaksanaan penelitian geologi teknik yang dilakukan oleh Balai Hidrologi dan Geoteknik Keairan (BHGK) Bandung pada tanggal 19–20 Juni 2026 di lokasi longsor Ruas Jalan Ba'a–Batutua, tepatnya pada Segmen Tetelangga, Kabupaten Rote Ndao.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil peninjauan lapangan yang sebelumnya dilakukan oleh Kepala Bidang KPISDA BBWS Nusa Tenggara II saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum ke Kabupaten Rote Ndao pada 30 Mei 2026. Dalam kunjungan tersebut, kondisi longsoran di ruas jalan Ba'a–Batutua menjadi salah satu perhatian karena berpotensi mengganggu akses transportasi masyarakat sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Sebagai bentuk respons cepat terhadap arahan Kepala Balai, BBWS Nusa Tenggara II berkoordinasi dengan Balai Hidrologi dan Geoteknik Keairan (BHGK) Bandung untuk melaksanakan investigasi geologi teknik secara mendalam. Penelitian ini juga didampingi oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sehingga proses identifikasi kondisi lapangan dapat dilakukan secara komprehensif.

Selama dua hari pelaksanaan, tim melakukan serangkaian pengamatan terhadap karakteristik tanah, kondisi lereng, struktur batuan, pola aliran air, serta faktor-faktor lain yang diduga menjadi penyebab terjadinya longsor. Data hasil investigasi tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi teknis penanganan yang tepat, efektif, dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara pemerintah pusat melalui BBWS Nusa Tenggara II, Balai Hidrologi dan Geoteknik Keairan Bandung, serta Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menjadi wujud nyata sinergi lintas instansi dalam menghadirkan solusi atas permasalahan infrastruktur di daerah. Dengan dukungan kajian ilmiah yang akurat, diharapkan langkah penanganan yang akan dilakukan tidak hanya mampu mengatasi dampak longsor saat ini, tetapi juga meminimalkan potensi kejadian serupa di masa mendatang.

BBWS Nusa Tenggara II meyakini bahwa setiap persoalan di lapangan memerlukan penanganan yang berbasis data dan kolaborasi. Oleh karena itu, keterlibatan berbagai pihak dalam penelitian ini menjadi bagian penting untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.

Ke depan, hasil penelitian geologi teknik dari Balai Hidrologi dan Geoteknik Keairan Bandung akan menjadi acuan bagi instansi terkait dalam menentukan langkah penanganan yang paling sesuai. Harapannya, permasalahan longsor pada Ruas Jalan Ba'a–Batutua dapat segera teratasi sehingga akses transportasi masyarakat kembali aman, aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan lancar, dan pembangunan di Kabupaten Rote Ndao dapat terus berkelanjutan.

Melalui langkah ini, BBWS Nusa Tenggara II kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dalam mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air yang terpadu, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.