Sikka, Nusa Tenggara Timur – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan rapat koordinasi di Posko Darurat Kabupaten Sikka untuk mempercepat penanganan dan pemulihan infrastruktur pascagempa yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.

Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pemulihan infrastruktur dan layanan dasar masyarakat dapat berjalan secara cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

Kementerian PU terus bergerak melakukan penanganan terhadap infrastruktur terdampak, khususnya untuk memulihkan konektivitas dan akses masyarakat. Sejumlah akses yang sebelumnya terdampak kini telah kembali terbuka, sementara penanganan terhadap jalan dan jembatan terus dilakukan untuk mendukung mobilitas masyarakat, distribusi bantuan, serta keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi.

Selain infrastruktur konektivitas, pemulihan layanan air bersih dan sanitasi juga menjadi perhatian pemerintah, terutama bagi masyarakat di Pulau Palue yang menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.

Dalam upaya mencari solusi jangka panjang, Kementerian PU juga menjajaki pemanfaatan teknologi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengolah air laut menjadi air tawar. Teknologi tersebut menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di Pulau Palue.

Membangun Flores Lebih Tangguh

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak boleh hanya berorientasi pada mengembalikan kondisi infrastruktur seperti sebelum terjadi bencana. Pembangunan kembali harus diarahkan agar infrastruktur yang dibangun memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

β€œTapi basically kita harus mampu membangun Flores ini dengan lebih baik lagi. Sesuai dari arahan Bapak Presiden Prabowo, di mana ada bencana, PU wajib membangun lebih baik lagi agar kemudian ke depan yang kita bangun ini lebih tahan lagi terhadap bencana,” ungkap Menteri PU Dody Hanggodo.

Arahan tersebut menjadi landasan dalam pelaksanaan pemulihan infrastruktur di wilayah Flores. Setiap penanganan diharapkan tidak hanya menyelesaikan kerusakan yang terjadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun infrastruktur yang lebih kuat, adaptif, dan tangguh terhadap bencana.

Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, unsur kebencanaan, serta jajaran Kementerian PU terus diperkuat untuk memastikan berbagai kebutuhan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

Melalui langkah tersebut, pemulihan di Flores diharapkan dapat berlangsung secara menyeluruh, mulai dari pemulihan akses jalan dan jembatan hingga pemenuhan layanan dasar masyarakat, khususnya air bersih dan sanitasi.

Pemulihan bukan sekadar mengembalikan yang rusak. Flores dibangun kembali dengan lebih baik dan lebih tangguh.