Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana melaksanakan acara serah terima jabatan Kepala Balai dari Ir. Ni Made Sumiarsih, M.Eng kepada Ir.H.Ruhban Ruzziyatno, MT. Serah terima jabatan dilaksanakan di Gedung Oproom Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana pada hari Senin, 6 Maret 2017 dan dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana.
Acara ini diawali dengan kesan dan pesan dari Ibu Ni Made Sumiarsih selama memimpin Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana dalam waktu kurang lebih 1,5 tahun terakhir dan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan.
Bapak Ruhban Ruzziyatno selaku Kepala Balai yang baru menyampaikan banyak harapan kepada seluruh jajaran yang ada pada Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana untuk mendukung kinerja beliau dari kepemimpinannya yang akan datang dan mengajak seluruh pegawai mempertahankan dan melanjutkan apa yang sudah dicapai dari tahun ? tahun sebelumnya.
"Atas nama pribadi dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ni Made Sumiarsih beserta seluruh jajaran pejabat struktural dan fungsioanal atas penerimaan saya sebagai warga baru di Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, kita harus solid, loyalitas dan integritas dalam melakukan suatu pekerjaan. Saya berjanji memegang amanah tugas yang dipercayakan kepada saya dengan sebaik-baiknya. Saya menyadari tidak mudah mengemban tugas ini" ujarnya.
Acara serah terima jabatan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana diakhiri dengan berjabat tangan dan foto bersama sebagai momen penghargaan dan penyambutan kepada Kepala Balai yang baru.
08 Maret 2017 Selengkapnya





Dari pantauan sebellas.com di lokasi di sebelah kiri aliran sungai banyak berdiri bangunan semi permanen milik warga yang di gunakan untuk usaha warung. Terkait adanya bangunan semi permanen pihak Desa Waru mengaku tidak bisa berbuat banyak. ? ini kan Kali Apur termasuk aliran dari Sungai Pucanggading, dan alami penyempitan sepanjang 3 km , mulai dari Ngemplak sampai Pilangsari, sehingga saat debit air naik, sungai meluap ? Beber Arifin. Dua dukuh yang jadi langganan banjir yaitu Dukuh Kalimas dan Dukuh Waru Krajan. Selain itu 25 hektar sawah juga ikut terendam banjir. Selain karena penyempitan aliran sungai, sendimentasi yang parah juga menjadi pemicu air sungai meluap. ? ini penyempitan sudah 15 tahunan, selain itu juga belum pernah di normalisasi? terangnya lagi. Sebagai upaya pihak desa sudah menyurati ke BBWS Pemali Juwana yang bagian pengelolaan serta pemeliharaan dan sudah laporan ke Ganjar Pranowo Gubernur Jateng , namun belum ada tindak lanjut. ? sudah surati ke bbws pemali juwana, serta laporan ke pak ganjar, namun belum ada tanggapan, warga sudah resah dengan banjir ini, pengen ada solusi yang nyata dari pemerintah? tutup Arifin. Pihak BBWS Pemali Juana akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyelesaikan masalah ini.
Jembatan di atas sungai Cabean patah dan sering terendam banjir. Jembatan itu dibangun 2011 menghubungkan Dukuh Singopadu Desa Sidorejo dan Dukuh Karangmalang Desa Brambang, Karangawen kabupaten Demak.[/caption] Ketika ada orang yang akan melewati jembatan tersebut, ia selalu mengajak berbincang terlebih dahulu. Beberapa orang yang diajak berbincang tersebut balik arah namun tidak sedikit juga yang berlanjut melintasi jembatan. Polisi tersebut adalah Aipda Jatmika, Bhabinkamtibmas Desa Sidorejo. Siang itu, ia memang berniat mengimbau masyarakat yang melintas untuk berhati-hati. "Jika mau ya saya minta untuk putar arah, ambil jalur memutar tapi beberapa memilih tetap melintas jadi saya minta untuk berhati-hati," terang Jatmika kepada Tribun Jateng. Meski keringat tampak bercucuran di wajahnya karena panasnya terik matahari ia tetap berdiri di lokasi tersebut sembari sesekali mengimbau masyarakat yang ingin lewat. "Selain mengimbau ya mengambil gambar untuk dilaporkan ke atasan," pungkasnya.









