Curah hujan yang tinggi dan merata di Demak terutama di daerah hulu (kabupaten Semarang dan Salatiga) membuat debit air yang mengalir di beberapa sungai yang menuju ke Hilir ( Kabupaten Demak) tidak dapat ditampung sehingga meluap membanjiri beberapa desa terutama yang dilalui kali Dolok dan kali Cabean mulai desa Banyumeneng kecamatan Mranggen hingga desa Tambakroto Kecamatan Sayung, Demak. Berdasarkan pantauan dilapangan banjir kali ini di sebabkan beberapa hal yang saling terkait satu sama lain. Namun umumnya justru dilakukan oleh perilaku masyarakat sendiri seperti membuang sampah sembarangan, pengrusakan alam, galian c liar yang mengakibatkan sedimentasi (pendangkalan) di beberapa sungai semakin parah, ditambah banyak bangunan liar berdiri di sepanjang bantaran sungai sehingga ketika ada pengerukan sungai terhalang dengan keberadaan bangunan liar tersebut. ? Kalau mau jujur, sepertinya penyebab banjir justru dilakukan oleh kita sendiri. Dari hulu terdapat pengrusakan alam, hutan gundul, ada galian c liar sehingga ketika turun hujan, material tanah dari hulu terbawa hingga ke hilir. Sungai menjadi dangkal, ketika sungai dikeruk terhalang bangunan liar yang berdiri di bantaran sungai. Belum lagi kesadaran untuk tidak membuang sampah di sungai diabaikan. Ini yang harus segera di atasi bersama agar banjir seperti ini tidak terulang lagi??
31 Januari 2017 Selengkapnya




Dari pantauan sebellas.com di lokasi di sebelah kiri aliran sungai banyak berdiri bangunan semi permanen milik warga yang di gunakan untuk usaha warung. Terkait adanya bangunan semi permanen pihak Desa Waru mengaku tidak bisa berbuat banyak. ? ini kan Kali Apur termasuk aliran dari Sungai Pucanggading, dan alami penyempitan sepanjang 3 km , mulai dari Ngemplak sampai Pilangsari, sehingga saat debit air naik, sungai meluap ? Beber Arifin. Dua dukuh yang jadi langganan banjir yaitu Dukuh Kalimas dan Dukuh Waru Krajan. Selain itu 25 hektar sawah juga ikut terendam banjir. Selain karena penyempitan aliran sungai, sendimentasi yang parah juga menjadi pemicu air sungai meluap. ? ini penyempitan sudah 15 tahunan, selain itu juga belum pernah di normalisasi? terangnya lagi. Sebagai upaya pihak desa sudah menyurati ke BBWS Pemali Juwana yang bagian pengelolaan serta pemeliharaan dan sudah laporan ke Ganjar Pranowo Gubernur Jateng , namun belum ada tindak lanjut. ? sudah surati ke bbws pemali juwana, serta laporan ke pak ganjar, namun belum ada tanggapan, warga sudah resah dengan banjir ini, pengen ada solusi yang nyata dari pemerintah? tutup Arifin. Pihak BBWS Pemali Juana akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyelesaikan masalah ini.
Jembatan di atas sungai Cabean patah dan sering terendam banjir. Jembatan itu dibangun 2011 menghubungkan Dukuh Singopadu Desa Sidorejo dan Dukuh Karangmalang Desa Brambang, Karangawen kabupaten Demak.[/caption] Ketika ada orang yang akan melewati jembatan tersebut, ia selalu mengajak berbincang terlebih dahulu. Beberapa orang yang diajak berbincang tersebut balik arah namun tidak sedikit juga yang berlanjut melintasi jembatan. Polisi tersebut adalah Aipda Jatmika, Bhabinkamtibmas Desa Sidorejo. Siang itu, ia memang berniat mengimbau masyarakat yang melintas untuk berhati-hati. "Jika mau ya saya minta untuk putar arah, ambil jalur memutar tapi beberapa memilih tetap melintas jadi saya minta untuk berhati-hati," terang Jatmika kepada Tribun Jateng. Meski keringat tampak bercucuran di wajahnya karena panasnya terik matahari ia tetap berdiri di lokasi tersebut sembari sesekali mengimbau masyarakat yang ingin lewat. "Selain mengimbau ya mengambil gambar untuk dilaporkan ke atasan," pungkasnya.











.jpeg)