DEMAK? Penanganan darurat tanggul kanan dan kiri Sungai Dombo di Desa Dombo, Kecamatan Sayung, Demak hingga kemarin terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Demak. Petugas BPBD yang dibantu relawan Glagahwangi dan masyarakat sekitar bahu-membahu bekerja bakti melakukan peninggian tanggul dengan karung yang diisi tanah padas. Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Nugroho LP, melalui Kasi Kedaruratan, Suprapto mengatakan, peninggian tanggul dilakukan sepanjang 700 meter yang tersebar di 4 titik. ?Untuk penanganan darurat ini kita sudah menghabiskan 1.000 karung,?katanya, kemarin. Menurutnya, penanganan tanggul ini juga dibantu petugas Koramil Sayung serta aparat desa kurang lebih 200 orang. Seperti diketahui, peninggian tanggul ini untuk mengantisipasi banjir di wilayah Sayung yang berlangsung dalam sebulan terakhir. Air luberan Sungai Dombo tersebut merendam permukiman warga serta tanaman padi milik masyarakat sekitar. Akibatnya, aktivitas warga sehari-hari cukup terganggu dengan banjir yang juga merendam Pasar Sayung tersebut. Kepala Desa Sayung, Munawir, menambahkan, untuk mengatasi banjir itu, siang dan malam warga terus berjaga dan bekerja untuk meminimalisasi banjir kiriman dari luapan Sungai Dombo Sayung. ?Kita sebelumnya juga sudah mendatangi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Juana Pemali di Pedurungan Semarang. Kita sampaikan keluhan warga akibat dampak banjir dari Sungai Dombo tersebut. Kita berharap, ada penanganan yang lebih komprehensif agar di kemudian hari tidak terjadi banjir lagi,?ujarnya.
30 Januari 2017 Selengkapnya



Dari pantauan sebellas.com di lokasi di sebelah kiri aliran sungai banyak berdiri bangunan semi permanen milik warga yang di gunakan untuk usaha warung. Terkait adanya bangunan semi permanen pihak Desa Waru mengaku tidak bisa berbuat banyak. ? ini kan Kali Apur termasuk aliran dari Sungai Pucanggading, dan alami penyempitan sepanjang 3 km , mulai dari Ngemplak sampai Pilangsari, sehingga saat debit air naik, sungai meluap ? Beber Arifin. Dua dukuh yang jadi langganan banjir yaitu Dukuh Kalimas dan Dukuh Waru Krajan. Selain itu 25 hektar sawah juga ikut terendam banjir. Selain karena penyempitan aliran sungai, sendimentasi yang parah juga menjadi pemicu air sungai meluap. ? ini penyempitan sudah 15 tahunan, selain itu juga belum pernah di normalisasi? terangnya lagi. Sebagai upaya pihak desa sudah menyurati ke BBWS Pemali Juwana yang bagian pengelolaan serta pemeliharaan dan sudah laporan ke Ganjar Pranowo Gubernur Jateng , namun belum ada tindak lanjut. ? sudah surati ke bbws pemali juwana, serta laporan ke pak ganjar, namun belum ada tanggapan, warga sudah resah dengan banjir ini, pengen ada solusi yang nyata dari pemerintah? tutup Arifin. Pihak BBWS Pemali Juana akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyelesaikan masalah ini.
Jembatan di atas sungai Cabean patah dan sering terendam banjir. Jembatan itu dibangun 2011 menghubungkan Dukuh Singopadu Desa Sidorejo dan Dukuh Karangmalang Desa Brambang, Karangawen kabupaten Demak.[/caption] Ketika ada orang yang akan melewati jembatan tersebut, ia selalu mengajak berbincang terlebih dahulu. Beberapa orang yang diajak berbincang tersebut balik arah namun tidak sedikit juga yang berlanjut melintasi jembatan. Polisi tersebut adalah Aipda Jatmika, Bhabinkamtibmas Desa Sidorejo. Siang itu, ia memang berniat mengimbau masyarakat yang melintas untuk berhati-hati. "Jika mau ya saya minta untuk putar arah, ambil jalur memutar tapi beberapa memilih tetap melintas jadi saya minta untuk berhati-hati," terang Jatmika kepada Tribun Jateng. Meski keringat tampak bercucuran di wajahnya karena panasnya terik matahari ia tetap berdiri di lokasi tersebut sembari sesekali mengimbau masyarakat yang ingin lewat. "Selain mengimbau ya mengambil gambar untuk dilaporkan ke atasan," pungkasnya.












