Dalam rangka malam penghargaan 2016 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) meraih 2 penghargaan pada katagori sub generik dengan kriteria Website terbaik dan Respon Pengaduan terbaik diberikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Pemali ? Juana.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti mewakili Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kepada Lolly Martina Martief Sekertaris Ditjen SDA, Ni Made Sumiarsih Plt. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai BBWS Pemali ? Juana.
Anita mewakili Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada unit organisasi Kementerian PUPR, yang dinilai berprestasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik bidang PUPR.
?Saya mengucapkan selamat kepada unit organisasi Kementerian PUPR yang telah menunjukan prestasi yang membanggakan, dalam meningkatkan pelayanan publik PUPR dengan meraih Penghargaan PUPR 2016,? tuturnya.
Kementerian PUPR dalam menyelenggarakan kegiatan kompetisi pelayanan publik bertujuan untuk mewujudkan peningkatan pelayanan publik yang menjadi tuntutan demi perbaikan persepsi dan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi serta memenuhi kebutuhan dasar, hak sipil setiap warga Negara atas barang, jasa, pelayanan administrasi.
Kementerian PUPR berharap kedepannya semua unit organisasi meningkatkan pelayanan publik secara efektif dan dapat mendorong pelayanan publik diKementerian PUPR ditahun yang akan datang agar lebih baik dari tahun lalu serta menambah loyalitas dalam pelayanan publik.
23 Maret 2017 Selengkapnya






Dari pantauan sebellas.com di lokasi di sebelah kiri aliran sungai banyak berdiri bangunan semi permanen milik warga yang di gunakan untuk usaha warung. Terkait adanya bangunan semi permanen pihak Desa Waru mengaku tidak bisa berbuat banyak. ? ini kan Kali Apur termasuk aliran dari Sungai Pucanggading, dan alami penyempitan sepanjang 3 km , mulai dari Ngemplak sampai Pilangsari, sehingga saat debit air naik, sungai meluap ? Beber Arifin. Dua dukuh yang jadi langganan banjir yaitu Dukuh Kalimas dan Dukuh Waru Krajan. Selain itu 25 hektar sawah juga ikut terendam banjir. Selain karena penyempitan aliran sungai, sendimentasi yang parah juga menjadi pemicu air sungai meluap. ? ini penyempitan sudah 15 tahunan, selain itu juga belum pernah di normalisasi? terangnya lagi. Sebagai upaya pihak desa sudah menyurati ke BBWS Pemali Juwana yang bagian pengelolaan serta pemeliharaan dan sudah laporan ke Ganjar Pranowo Gubernur Jateng , namun belum ada tindak lanjut. ? sudah surati ke bbws pemali juwana, serta laporan ke pak ganjar, namun belum ada tanggapan, warga sudah resah dengan banjir ini, pengen ada solusi yang nyata dari pemerintah? tutup Arifin. Pihak BBWS Pemali Juana akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyelesaikan masalah ini.
Jembatan di atas sungai Cabean patah dan sering terendam banjir. Jembatan itu dibangun 2011 menghubungkan Dukuh Singopadu Desa Sidorejo dan Dukuh Karangmalang Desa Brambang, Karangawen kabupaten Demak.[/caption] Ketika ada orang yang akan melewati jembatan tersebut, ia selalu mengajak berbincang terlebih dahulu. Beberapa orang yang diajak berbincang tersebut balik arah namun tidak sedikit juga yang berlanjut melintasi jembatan. Polisi tersebut adalah Aipda Jatmika, Bhabinkamtibmas Desa Sidorejo. Siang itu, ia memang berniat mengimbau masyarakat yang melintas untuk berhati-hati. "Jika mau ya saya minta untuk putar arah, ambil jalur memutar tapi beberapa memilih tetap melintas jadi saya minta untuk berhati-hati," terang Jatmika kepada Tribun Jateng. Meski keringat tampak bercucuran di wajahnya karena panasnya terik matahari ia tetap berdiri di lokasi tersebut sembari sesekali mengimbau masyarakat yang ingin lewat. "Selain mengimbau ya mengambil gambar untuk dilaporkan ke atasan," pungkasnya.









