Bendung Air Alas

Bendung Air Alas, Kabupaten Seluma. Dibangun tahun 1996 - 1998.

Bendung Air Nipis Seginim

Bendung Air Nipis Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan. Dibangun tahun 1984 - 1986.

Bendung Air Manjuto

Bendung Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko. Dibangun tahun 1983 - 1986.

Bendung Air Lais Kuro Tidur

Bendung Air Lais Kuro Tidur, Kabupaten Bengkulu Utara. Dibangun tahun 1980 - 1983.

Bendung Air Seluma

Bendung Air Seluma, Kabupaten Seluma. Dibangun tahun 1975 - 1980.

Bendung Air Ketahun

Bendung Air Ketahun, Kabupaten Lebong. Dibangun oleh Belanda. Rehabilitasi tahun 1980.

Tonton video-video terbaru kami di laman YouTube BWS Sumatera VII dan jangan lupa like dan subscribe

Bupati Bengkulu Selatan Kunjungi BWS Sumatera VII Bengkulu, Fokus Bahas Pembangunan Irigasi dan Penanganan Banjir

blog-thumb

BENGKULU – Bupati Bengkulu Selatan melakukan kunjungan kerja ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Bengkulu pada Selasa (20/01/2026). Dalam kunjungan ini, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkulu Selatan.

Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas percepatan pembangunan infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Bengkulu Selatan. Fokus pembicaraan menitikberatkan pada pengembangan jaringan irigasi, baik yang menjadi kewenangan pusat maupun daerah.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan berupaya mengusulkan perbaikan dan pembangunan irigasi daerah agar dapat masuk dalam program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan dukungan anggaran di luar program reguler tahunan BWS.

Dalam diskusi teknis, pihak BWS Sumatera VII menyoroti bahwa untuk program Inpres terkait jaringan tersier, fokus utama saat ini diarahkan pada daerah irigasi yang berada di bawah kewenangan balai, seperti Daerah Irigasi (DI) Seginim. Sementara itu, untuk jaringan sekunder dan primer, program Inpres dapat mengakomodasi wilayah yang berada di luar kewenangan langsung balai.

Selain irigasi, pertemuan tersebut juga membahas penanganan titik rawan banjir dan longsor di sungai serta pengamanan jalan. Pemkab Bengkulu Selatan mengajukan permohonan bantuan bahan banjiran, seperti geobag dan bronjong.

Menanggapi hal tersebut, pihak BWS Sumatera VII menyarankan penggunaan geobag sebagai solusi prioritas dibandingkan bronjong. Hal ini dikarenakan geobag dinilai lebih efisien dari sisi biaya dan material. Jika bronjong membutuhkan material batu yang cukup mahal, geobag dapat diisi dengan pasir yang lebih mudah dimobilisasi oleh pemerintah daerah setempat.

Koordinasi antara pemerintah daerah dan BWS Sumatera VII ini diharapkan dapat mempercepat penanganan infrastruktur pengairan guna mendukung ketahanan pangan dan mitigasi bencana di Bengkulu Selatan.

  • Jan, 20, 2026
  • Dilihat 29 kali
  • Cetak
  • Bagikan :





Arsip